Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perkuat Ketahanan Pangan, Kerja Sama Perumda MGS Belum Membuahkan Hasil

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 4 Mei 2026 | 18:16 WIB
Penandatanganan MoU antara Perumda Pasar dan Pangan MGS dengan Food Station Jakarta, Kamis (5/2). (Istimewa)
Penandatanganan MoU antara Perumda Pasar dan Pangan MGS dengan Food Station Jakarta, Kamis (5/2). (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Badung dengan Food Station Jakarta, ternyata belum membuahkan hasil.

Padahal hal ini digadang-gadang dapat memperkuat ketahanan pangan.

Kerja sama ini pun telah berlaku sejak Februari 2026 setelah penandatanganan MoU.

Baca Juga: Merayakan Pikiran Kartini di Masa Kini, KPBU Dorong Perempuan Bali Utara Lebih Berdaya

Direktur Utama Perumda MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, saat dikonfirmasi, pun tidak memungkiri hal tersebut.

Ia menyaatakan, distribusi beras saat ini masih bergantung pada pasar di luar kerja sama dengan Food Station.

"Ke food station belum ada (serapan). Ini di luar food station," ujar Pasek Wedha, Senin (4/5).

Baca Juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Dispar Badung Kembangkan DTW

Meski demikian, pihaknya menyebutkan, serapan pasar lokal terhadap beras produksi Perumda MGS mulai bergerak.

Sebab sejak pertengahan April 2026 total penyerapan tercatat mencapai 45,9 ton.

“Baru sekitar 45,9 ton dari target 200 ton/ bulan. Serapan ini dari beberapa pedagang di Badung," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Badung Ajukan Ratusan Formasi PNS, Utamakan Guru dan Tenaga Kesehatan

Padahal sebelumnya, Pasek Wedha menegaskan, kerja sama ini merupakan langkah awal dalam membangun ketahanan pangan lintas daerah, bahkan nasional.

"Kami berkolaborasi sesama BUMD, khususnya BUMD pangan, untuk membangun ketahanan pangan, tidak hanya di Bali, tetapi ke depan juga di tingkat nasional. Perumda MGS memiliki RMU, sementara Food Station Tjipinang memiliki market di Bali. Akan sangat baik jika market tersebut dapat kita kolaborasikan. Harapannya, kita bisa sama-sama berkembang dan menguasai pasar di Bali. Kerja sama ini juga diharapkan tidak terbatas pada beras saja, mengingat Food Station juga memproduksi minyak, gula, dan saat ini telah memproduksi susu," jelasnya .

Seperti diketahui, kerja sama antara Perumda MGS dan Food Station Tjipinang Jaya difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, hingga pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan serta menjaga stabilitas harga di daerah.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, sebelumnya memberikan apresiasi terhadap langkah strategis tersebut.

Ia menilai sinergi antarlembaga BUMD ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

“Saya juga berharap ke depan Direktur Utama Perumda Pasar dapat berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyampaikan kepada para petani terkait produk-produk apa saja yang paling dibutuhkan di pasaran," ujar Adi Arnawa. 

Dari kerja sama tersebut, pihaknya menyatakan, Kabupaten Badung dapat menjaga ketersediaan pangan dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

Selain itu juga dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan petani benar-benar diminati pasar. 

"Saya tentu sebagai KPM akan memberikan dukungan penuh, terlebih dalam rangka menjaga ketersediaan pangan," ucapnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#MGS #ketahanan pangan #perumda #badung #kerja sama