
SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai memfokuskan penguatan sektor pertanian dan hortikultura sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kecamatan Gerokgak menjadi salah satu wilayah yang diproyeksikan sebagai kawasan strategis karena dinilai memiliki potensi besar dari sisi lahan, sumber daya alam, hingga pengembangan komoditas unggulan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra usai menghadiri kegiatan Dharma Santi bertema Parasparam Bhawayantah Sreyah di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, akhir pekan lalu.
Menurut Sutjidra, Gerokgak memiliki karakter wilayah yang mendukung pengembangan sektor pertanian, hortikultura, perikanan, hingga industri pangan. Luas lahan yang tersedia disebut menjadi salah satu kekuatan utama kawasan tersebut untuk mendukung program jangka panjang pemerintah.
“Gerokgak merupakan salah satu kecamatan yang sangat potensial. Pengembangan industri perikanan maupun pertanian dalam skala luas sangat memungkinkan karena lahannya cukup besar,” ujarnya, Senin (11/5).
Pemkab Buleleng, kata dia, saat ini telah melakukan pemetaan terhadap lahan-lahan potensial di sembilan kecamatan. Pemetaan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis dan komoditas unggulan masing-masing wilayah agar pengembangan pertanian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam rancangan tersebut, Kecamatan Gerokgak masuk sebagai salah satu kawasan prioritas penopang ketahanan pangan nasional. Kawasan Pejarakan dan beberapa desa lain di Gerokgak dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian hortikultura secara berkelanjutan.
Sutjidra mengungkapkan, Kabupaten Buleleng menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang dipilih pemerintah pusat untuk mendukung program pengembangan ketahanan pangan nasional. Program tersebut difokuskan pada empat komoditas utama, yakni dua komoditas buah-buahan dan dua komoditas hortikultura.
Komoditas buah yang menjadi prioritas adalah durian dan manggis. Sementara sektor hortikultura difokuskan pada pengembangan bawang merah dan sayuran hijau.
Durian direncanakan dikembangkan di wilayah Kecamatan Busungbiu dan Seririt. Sedangkan komoditas manggis salah satunya dipusatkan di Kecamatan Gerokgak. Untuk bawang merah, pengembangan diarahkan di Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, dan Sawan. Adapun sayuran hijau akan dikembangkan di kawasan dataran tinggi yang dinilai memiliki kondisi alam lebih mendukung.
Menurut Sutjidra, seluruh potensi komoditas tersebut telah dipetakan secara detail sehingga pengembangannya dapat dilakukan lebih fokus dari sektor hulu hingga hilir sampai tahun 2029.



