Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasca Dibuka, RSUD Giri Asih Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:11 WIB
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat meninjau operasional RSUD Giri Asih, di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (5/5). (Istimewa)
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat meninjau operasional RSUD Giri Asih, di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (5/5). (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Asih saat ini telah resmi beroperasi setelah mendapatkan izin operasional.

Meski demikian RS baru milik Pemkab Badung ini masih kekurangan tenaga dokter spesialis.

Padahal alat kesehatan untuk menunjang layanan telah dimiliki.

Baca Juga: Ngayah Mereresik di Pura Samuan Tiga, Kemenag Gianyar Wujudkan Ekoteologi dalam Aksi Nyata

Direktur RSUD Giri Asih, dr Ni Luh Ketut Ayu Ratnawati pun tak memungkiri hal tersebut.

RS tipe C milik Pemkab Badung ini masih membutuhkan tambahan tenaga ahli untuk mengoperasikan sejumlah peralatan canggih yang tersedia.

"Kami masih kekurangan tiga dokter spesialis, yakni dokter spesialis radiologi, mata, dan urologi. Padahal untuk alat-alatnya sendiri sudah siap, sudah lengkap di sini," ujar Ayu Ratnawati, Rabu (6/5).

Baca Juga: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra Motivasi Sekolah Peserta Lomba PSP-PSBS

Kurangnya tenaga dokter spesialis radiologi pun berdampak pada belum optimalnya layanan pemeriksaan penunjang bagi pasien.

Padahal, RSUD Giri Asih telah memiliki perangkat CT Scan dengan teknologi terbaru untuk mendukung diagnosis penyakit.

"Alat radiologi kami lengkap, bahkan yang terbaik di sini, cuma dokternya saja yang belum ada. Rencananya dokter radiologi dari RSD Mangusada akan ditugaskan ke sini melalui SPT (surat perintah tugas) agar izin rontgen bisa segera diurus," ungkapnya.

Baca Juga: 10 Desa di Gianyar, Siap Ikuti Lomba Telajakan

Kemudian ada juga kendala dalam memberikan layanan pemeriksaan mata dan urologi.

Padahal sebelumnya telah dibuka formasi untuk mengisi posisi dokter spesialis tersebut, namun belum terisi.

“Sudah kami buka formasi, tapi tidak ada yang melamar atau tidak lolos. Padahal kebutuhan ini sangat mendesak untuk menunjang alat yang sudah siap pakai,” paparnya.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, Pihaknya mengaku, akan kembali mengusulkan formasi dokter spesialis melalui jalur CPNS.

Koordinasi dengan BKPSDM Badung telah dilakukan guna memastikan kebutuhan mendesak tersebut masuk dalam prioritas rekrutmen tahun ini.

"Kami sudah jelaskan ke BKPSDM, posisi apa yang memang mendesak untuk diisi," ucapnya.

RSUD Giri Asih kini telah  memiliki 169 ASN, diantaranya merupakan perawat dan dokter.

Sebanyak 54 perawat dan 12 dokter umum telah melayani di Unit Gawat Darurat (UGD).

Meski demikian, keterbatasan spesialis tetap menjadi titik lemah dalam pelayanan.

Saat ini RSUD Giri Asih berupaya mengoperasikan 18 layanan spesialis lainnya secara bertahap.

Manajemen menargetkan seluruh layanan poliklinik dapat dibuka penuh, namun itu sangat bergantung pada kecepatan pemenuhan tenaga dokter spesialis.

RS ini pun telah mengantongi izin operasional pada 30 April 2026, setelah melewati izin Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Untuk itu, RS ini telah dapat dibuka untuk menerima pasien, hanya saja belum melayani BPJS. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#asih #rsud #operasional #dokter spesialis #giri