BALIEXPRESS.ID- Empat siswa SDN 2 Kubu, Bangli dilaporkan mengalami gigitan anjing yang belakangan dipastikan positif rabies.
Setelah kejadian, para siswa telah mendapatkan penanganan medis, sementara anjing yang menggigit juga langsung dieliminasi.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa tindakan cepat telah dilakukan begitu laporan diterima. “Gigitannya di kaki,” ujar Sarma, Jumat (5/8/2026).
Baca Juga: Ngobrol Lebih Dekat, Kadisdikpora Badung Dengarkan Curhatan Guru di Safari Pendidikan
Secara teknis, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan Bangli, Dewa Ayu Sarasuastini, menerangkan bahwa insiden terjadi pada Kamis (7/5/2026) pagi.
Anjing liar masuk ke area sekolah yang berada di Lingkungan Penglipuran, Kelurahan Kubu, dan menggigit empat siswa. Setelah laporan masuk, petugas segera mengeliminasi anjing tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan dan memastikan status kesehatannya. Sampel otak anjing kemudian dikirim ke laboratorium.
Hasil pemeriksaan keluar pada Kamis malam dan menunjukkan bahwa anjing tersebut positif rabies.
“Malam keluar hasilnya, sudah langsung kami koordinasi dengan kaling Penglipuran. Hasilnya positif rabies,” jelas Sarasuastini.
Menindaklanjuti temuan itu, petugas melakukan penyisiran terhadap anjing liar di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan penularan.
Vaksinasi tambahan tidak dilakukan karena kegiatan vaksinasi massal telah dilaksanakan sekitar sepekan sebelumnya.
“Vaksinasi seminggu lalu di Penglipuran, karena yang menggigit itu anjing liar yang tidak bisa terpantau,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, General Manager Desa Wisata Penglipuran menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mencegah penyebaran rabies melalui edukasi, pengawasan, dan vaksinasi.
Ia menegaskan komitmen pengelola dalam menjaga kawasan wisata tetap aman dan sehat bagi masyarakat serta wisatawan.
“Sebagai pengelola Desa Wisata Penglipuran, kami berkomitmen menjaga kenyamanan, keamanan, dan kesehatan lingkungan desa bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya
Terkait penanganan lebih lanjut, pihak Desa Wisata Penglipuran akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas PKP Bangli untuk memastikan langkah pencegahan, pemantauan, dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (wan)
Editor : I Made Mertawan