Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragedi di Kintamani: Bayi 3 Tahun Tenggelam di Bak Penampungan Air, Ini Kronologinya

I Made Mertawan • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:49 WIB
Polisi melakukan olah TKP bayi tenggelam di bak penampung air, wilayah Banjar Pengupetan, Desa Bantang, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (8/5/2026). (Ist)
Polisi melakukan olah TKP bayi tenggelam di bak penampung air, wilayah Banjar Pengupetan, Desa Bantang, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (8/5/2026). (Ist)

BALI EXPRESS.ID – Peristiwa tragis menimpa seorang balita berusia 3 tahun asal Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Balita laki-laki berinisial Gede M itu meninggal dunia setelah tenggelam di bak penampungan air di Banjar Pengupetan, Desa Bantang, Kecamatan Kintamani pada Jumat (8/5/2026) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bak penampungan air tersebut berada di kebun milik orang tua korban.

Baca Juga: Tampil di FHA 2026, Dukungan BRI Bantu UMKM Asal Papua “Japamo” Tarik Minat Buyer Internasional

Sebelum kejadian, Gede M diketahui bermain bersama seorang anak tetangganya.

Saat itu, ibu korban sedang mencangkul di ladang yang berjarak sekitar 10 meter dari bak penampungan air, sementara ayah korban berada di lokasi lain untuk mencari bambu.

Beberapa saat kemudian, rekan bermain korban terlihat bermain seorang diri.  Ibu korban yang tidak lagi mendengar suara anaknya kemudian mulai curiga dan melakukan pencarian di sekitar area ladang.

Baca Juga: Mitra10 Imam Bonjol Bali Resmi Dibuka, Solusi Toko Bangunan Lengkap dan Modern!

Gede M ditemukan berada di dalam bak penampungan air dalam kondisi tidak bergerak.

“Saksi (Ibu korban) langsung menghubungi suaminya untuk memberitahu bahwa anaknya tenggelam,” ujar Kapolsek Kintamani Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa, Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga: Semarak Puncak Dies Natalis Perdana IAHN Mpu Kuturan, Suguhkan Garapan Seni dari Mahasiswa

Mendapat kabar tersebut, ayah korban segera kembali ke lokasi dan mengevakuasi korban dari dalam bak penampungan air.

Korban kemudian dilarikan ke Klinik Era Medika di Desa Catur untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa bak penampungan air tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter.

Sementara itu, hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tenggelam diduga kuat menjadi penyebab kematian balita tersebut. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #bangli #bayi tenggelam #Bak penampungan air