Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Juara Logo Maskot Gianyar, I Wayan Agus Widya Putra Satukan Kreativitas dan Teknologi

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 10 Mei 2026 | 17:08 WIB
I Wayan Agus Widya Putra
I Wayan Agus Widya Putra

BALIEXPRESS. ID– Sosok muda penuh prestasi kembali muncul dari Kabupaten Gianyar. Adalah I Wayan Agus Widya Putra, akrab disapa Yantra ini mahasiswa Sistem Informasi STIKOM Bali asal Banjar Mas, Sayan, Ubud, yang berhasil meraih juara satu dalam lomba logo maskot Kabupaten Gianyar. Keberhasilannya tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga dedikasi tinggi dalam menghasilkan karya yang berkualitas.

Di balik kemenangan tersebut, tersimpan proses panjang yang dijalani Yantra dengan penuh kesungguhan. Pemuda yang kini aktif mendalami bidang teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), mengaku menghabiskan waktu hampir satu pekan untuk menyelesaikan desain yang akhirnya dinobatkan sebagai karya terbaik oleh dewan juri.

“Kalau semua prosesnya hampir ada satu minggu sampai jadi,” ujarnya saat menjelaskan perjalanan kreatif di balik karya logo maskot yang membawanya menjadi juara, Minggu (10/5). 

Baginya kemenangan bukan semata soal hasil akhir, tetapi buah dari ketekunan, riset, dan pengorbanan waktu untuk menghadirkan karya yang mampu merepresentasikan identitas Gianyar secara kuat dan menarik.

Baca Juga: Wayang Wong Sakral di Pura Taman Pule Mas: Dipentaskan saat Pujawali, Bertepatan Saniscara Kuningan  

Mahasiswa Sistem Informasi ini dikenal memiliki minat besar terhadap inovasi teknologi dan pengembangan bisnis digital. 

Dalam kesehariannya, Yantra aktif memperdalam kemampuan teknis di bidang AI sambil mempelajari fundamental analisis bisnis, keuangan, hingga investasi. Ia berkomitmen mengeksplorasi potensi teknologi sebagai pendorong transformasi digital di berbagai sektor ekonomi.

Berbagai proyek ambisius kini tengah dikembangkannya. Di antaranya aplikasi e-commerce produk digital, platform ekspor perak, startup UMKM digital dengan sistem logistik mandiri, hingga transformasi digital sektor jasa informal untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah. Tak hanya itu, dia juga menaruh perhatian pada isu lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi produk bio bernilai tinggi.

Ketertarikannya pada teknologi juga mendorong Yantra mengembangkan konsep sistem informasi geografis dan prediktif berbasis AI, Internet of Things (IoT), serta bio refinery untuk mendukung sektor pariwisata budaya Bali berbasis crowdsourcing wisatawan mancanegara. Ia bahkan mulai mendalami pengembangan sistem manajemen risiko perbankan berbasis kecerdasan buatan.

Kapasitas akademik dan kompetensinya turut diperkuat melalui berbagai pelatihan internasional. Ia telah mengantongi sertifikat dari sejumlah institusi ternama dunia melalui program Coursera, seperti bidang keamanan siber, perlindungan data, cloud computing law, hingga fundamental AI dari berbagai universitas bergengsi.

Beberapa program pendidikan yang pernah diikutinya antara lain AI Essentials dari University of Oxford dan Said Business School, AI Fundamentals dari Google, hingga pembelajaran tentang penerapan AI dalam pemasaran dan keuangan dari Wharton School, University of Pennsylvania.

 Ketertarikannya terhadap perkembangan teknologi kesehatan dan ekonomi AI juga terus diasah melalui berbagai pelatihan akademik.

Tak berhenti di sana, ia juga memperkuat kompetensi soft skill melalui pelatihan yang difasilitasi GNIK dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Mulai dari emotional intelligence, digital literacy, adaptability, design thinking, hingga kemampuan menghadapi disrupsi dan transformasi digital menjadi bagian dari pengembangan dirinya.

Baca Juga: Olahan Salak Naik Kelas, BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura

Prestasi Yantra juga pernah diakui dalam kompetisi bisnis pengolahan sampah organik tingkat Provinsi Bali. Ia tercatat masuk Top 8 peserta terbaik dalam kompetisi yang diselenggarakan HIPMI Provinsi Bali. Selain itu, ia juga aktif meningkatkan kapasitas diri melalui Sekolah Pasar Modal Bursa Efek Indonesia dan sejumlah sertifikasi bidang data science, supply chain, project management, hingga pemrograman.

Di tengah pencapaiannya, Yantra tetap memiliki visi besar untuk masa depan. Hadiah dari kemenangan lomba logo maskot Kabupaten Gianyar, menurutnya, tidak akan dihabiskan untuk kepentingan konsumtif. Sebaliknya, dana tersebut akan dipersiapkan sebagai investasi pendidikan.

Ia mengungkapkan hadiah tersebut akan dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau S2. Pilihan ini menjadi bukti keseriusannya untuk terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesional di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Semangatnya menunjukkan bahwa generasi muda Gianyar tidak hanya mampu berprestasi di bidang kreatif, tetapi juga memiliki visi besar dalam mengembangkan inovasi digital. Perpaduan kreativitas, teknologi, dan orientasi pendidikan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Keberhasilan meraih juara satu lomba logo maskot Kabupaten Gianyar menjadi salah satu pijakan awal baginya untuk melangkah lebih jauh. Dengan bekal kemampuan multidisiplin dan semangat belajar yang tinggi, ia diyakini mampu menciptakan lebih banyak inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Bagi Yantra kemenangan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah panjang untuk terus berkarya. Dari sebuah logo maskot, lahir mimpi besar tentang pendidikan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi transformasi digital. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#maskot gianyar #mahasiswa