Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kajian Pemanfaatan Air Bangli Rampung, Sedana Arta: Potensi Pendapatan di Atas Ekspektasi

I Made Mertawan • Senin, 11 Mei 2026 | 09:11 WIB
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. (DOK BALI EXPRESS)
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID – Upaya Pemkab Bangli untuk mendapatkan kompensasi atas pemanfaatan air oleh kabupaten lain mulai menunjukkan perkembangan positif.

Kajian mengenai imbal jasa lingkungan ini telah rampung dua bulan lalu. Kini tinggal pembahasan lanjutan lintas lembaga.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa Kabupaten Bangli layak memperoleh imbal jasa lingkungan dari daerah-daerah yang memanfaatkan air bersih dari wilayahnya.

Baca Juga: HUT Kota Bangli Usung Spirit Bhakti Ratna Radhaka, Ribuan Siswa Suguhkan Tetenger Agung

Sejumlah daerah tersebut, di antaranya Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem dan Buleleng.

Sedana Arta menjelaskan bahwa kajian telah disampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, sejumlah forum strategis, BPK,  dan sempat dibahas bersama BPKP.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki pandangan yang sama, yakni  Bangli berhak atas kompensasi itu, karena selama ini menjadi pemasok utama air bagi beberapa kabupaten di Bali.

Baca Juga: Pemerintah Prioritaskan Pengakuan dan Perlindungan Hak Tanah Ulayat di Indonesia

“Sudah ada perangkat hukumnya, di mana mereka bisa membayar imbal jasa itu dalam bentuk kompensasi,” tegas Sedana Arta ditemui usai apel HUT ke-822 Kota Bangli, Minggu (10/5/2026).

Bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini menegaskan bahwa apabila imbal jasa itu terealisasi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli akan melonjak signifikan.

Baca Juga: Polsek Payangan Ungkap Kasus Pembakaran Bengkel di Buahan Kaja, Seorang Terduga Pelaku Diamankan

Apalagi kajian yang disusun baru menghitung air imbuhan dan air bawah tanah, belum termasuk potensi besar dari Bendungan Belok Sidan yang 100 persen sumber airnya berasal dari Bangli.

“Debit air bendungan itu mencapai 1,75 meter kubik per detik,” tegas Sedana Arta.

Hanya saja, bupati Bangli dua periode ini tak merinci besaran tambahan PAD yang diproyeksikan dari pemanfaatan air oleh kabupaten lain.

Ia hanya menekankan bahwa potensinya jauh melampaui perkiraan awal, sehingga berharap Bangli segera menikmati imbal jasa itu.

“Jadi potensi pendapatan sangat besar, bahkan di atas ekspektasi yang kami bayangkan,” terangnya.

Inisiatif Pemkab Bangli untuk mengejar imbal jasa pemanfaatan air sebenarnya sudah muncul sejak akhir masa jabatan Bupati I Made Gianyar.

Upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga  Sedana Arta memasuki periode keduanya sebagai bupati Bangli. (*)

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#imbal jasa lingkungan #bangli #pad