Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Kuat Biaya Operasional, Desa di Bangli Ramai-Ramai Serahkan Pamsimas ke PDAM

I Made Mertawan • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:26 WIB
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi. (DOK BALI EXPRESS)
Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID- Program pemerintah berupa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Bangli tidak semuanya berjalan mulus.

Sejumlah desa atau kelompok pengelola yang sebelumnya menerima bantuan itu, memilih menyerahkan pengelolaannya kepada Perumda Air Minum Tirta Danu Arta atau PDAM Bangli.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, membenarkan adanya gelombang permohonan dari desa yang ingin menyerahkan keberlanjutan pengelolaan Pamsimas.

Baca Juga: Bali United Singgung Harapan soal Kepemimpinan Wasit di Laga Kandang Terakhir

Sejauh ini, seluruh pengajuan yang masuk dapat diterima karena hasil pengecekan lapangan menunjukkan aset maupun kelengkapan administrasi sudah memenuhi syarat.

"Belum ada yang ditolak, semuanya diterima," kata direktur yang akrab disapa Dewa Rono.

Dewa Rono menegaskan bahwa PDAM berprinsip menjaga agar pelayanan air bersih ke masyarakat tidak terputus.

Baca Juga: Gubernur Koster Sampaikan Terima Kasih, Pungutan Wisatawan Asing Capai Rp369 Miliar

Belum lama ini Desa Selulung resmi menyerahkan pengelolaan Pamsimas. Desa lain seperti Daup, Belantih, Manikliyu, Banjar Mabi (Desa Belantih) dan desa lainnya sudah lebih dulu. 

"Pamsimas di Banjar Tandan, Desa Batur Tengah, juga sedang dalam proses penyerahan," jelasnya ditemui Jumat (15/5/2026).

Baca Juga: Paradisus by Meliá Bali Resmi Dibuka, SSIA Mantapkan Langkah di Pasar Wisata Mewah Asia

Lanjut Dewa Rono, desa umumnya memilih menyerahkan pengelolaan karena ketiadaan SDM yang secara khusus membidangi hal itu. Selain itu, tingginya biaya operasional juga menjadi persoalan.

Kondisi ini membuat keberlanjutan layanan sulit dipertahankan, apalagi pengguna Pamsimas dalam satu kelompok tidak terlalu banyak.

Jumlah sambungan rumah (SR) bervariasi, dari 10 SR hingga 78 SR pada titik terbesar. “Banyak pengelolaan yang tidak bagus,” sebutnya.

Dengan penyerahan Pamsimas, seluruh pengguna otomatis berubah status menjadi pelanggan PDAM.

Mereka akan mengikuti ketentuan layanan dan tarif yang berlaku di perusahaan daerah tersebut. (*)

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#PDAM Bangli #Perumda Air Minum Tirta Danu Arta #bangli #pamsimas