Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jatiluwih Jadi Titik Start Bali Tourism Run 2026, ASITA Target 2.000 Pelari Ramaikan Tabanan

Rika Riyanti • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:55 WIB
TOURISM RUN: Kawasan terasering Jatiluwih di Kabupaten Tabanan akan menjadi lokasi penyelenggaraan Bali Tourism Run 2026 yang digelar DPD ASITA Bali pada 21 Juni 2026
TOURISM RUN: Kawasan terasering Jatiluwih di Kabupaten Tabanan akan menjadi lokasi penyelenggaraan Bali Tourism Run 2026 yang digelar DPD ASITA Bali pada 21 Juni 2026

 

 

BALIEXPRESS.ID – Kawasan terasering Jatiluwih di Kabupaten Tabanan akan menjadi lokasi penyelenggaraan Bali Tourism Run 2026 yang digelar DPD ASITA Bali pada 21 Juni 2026 mendatang.

Event lari dengan kategori 5K ini ditargetkan diikuti sekitar 2.000 peserta dan diharapkan mampu menggerakkan pariwisata serta ekonomi masyarakat lokal.

Ajang tersebut tidak hanya dikemas sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga dirancang untuk memperkuat promosi destinasi wisata Bali berbasis pengalaman dan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Road to 100 Years of Bali Tourism pada 2027.

Baca Juga: Keberlanjutan Subak Jadi Perhatian dalam FGD Kebudayaan yang Digelar Rai Mantra

Ketua DPD ASITA Bali sekaligus penggagas kegiatan, I Putu Winastra S.AB., M.A.P., mengatakan pemilihan Jatiluwih didasarkan pada citra kawasan tersebut yang telah dikenal luas sebagai destinasi wisata dunia.

"Melalui Bali Tourism Run ini, kita mau menunjukkan kepada masyarakat dan wisatawan bahwa Jatiluwih adalah destinasi berkualitas yang memberikan kenyamanan berwisata," ujar Putu Winastra, Selasa (19/5).

Menurutnya, wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya menikmati panorama lalu pulang, tetapi juga bisa merasakan pengalaman tinggal di desa wisata hingga menikmati kuliner lokal.

"Bagaimana mereka bisa meng-experience, discover kulinernya, kemudian langsung menginap di desa wisata atau homestay sekitar. Kami juga melibatkan UMKM lokal Tabanan agar pariwisata ini memberikan positive impact to the community," imbuhnya.

Wakil Ketua Panitia I Ketut Purna atau Jhon K Purna menambahkan, event perdana ini mengusung tema The Journey Begin from Jatiluwih sebagai simbol dimulainya Bali Tourism Run dari kawasan yang telah diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Budaya Dunia.

Ia memastikan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan area parkir, telah mulai dipersiapkan bersama aparat keamanan dan pecalang setempat.

“Persiapan kita pengaturan lalu lintas, parkir dan di desa kita akan libatkan Polres, Polsek dan Pecalang,” imbuh tuan rumah Manager Jatiluwih ini.

Panitia juga menegaskan bahwa pelaksanaan event tetap memperhatikan daya tampung kawasan Jatiluwih agar tidak mengganggu kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Arjuna dari Melaya, Sapi Kurban Presiden Prabowo yang Membawa Haru Peternak Jembrana

Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026, I Wayan Suberata, menyebut momentum penyelenggaraan dinilai tepat karena berdekatan dengan masa libur sekolah, Hari Bung Karno, dan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Sehari sebelum lomba, masyarakat juga dapat menikmati Jatiluwih Festival yang digelar pada 20 Juni 2026.

Ia menambahkan, sejak pendaftaran dibuka pada 13 Mei lalu, lebih dari 100 peserta telah tercatat mendaftar dan jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat.

Selain menghadirkan kegiatan olahraga dan wisata, event ini juga dibarengi aksi sosial.

Baca Juga: Kisah Doni Ardita, Peternak Asal Perean Kangin Tabanan yang Sapinya Dua Kali Dibeli Presiden Prabowo

Koordinator Logistik dan Perlengkapan, Ketut Sediya Yasa, mengatakan ASITA akan menyalurkan bantuan sosial berupa beasiswa hingga program bedah rumah.

"ASITA tidak hanya bergerak di bidang biro perjalanan, tetapi juga aktif di bidang sosial. Untuk Bali Tourism Run ini, kami akan memberikan dukungan berupa beasiswa kepada dua anak kurang mampu. Selain itu, kami juga menyelipkan program bantuan bedah rumah," papar Sediya Yasa.

Pendaftaran Bali Tourism Run 2026 masih dibuka secara online dengan tarif Early Bird Rp250 ribu hingga 21 Mei 2026 dan tarif reguler Rp300 ribu mulai 22 Mei 2026.

Event ini mendapat dukungan dari Gubernur Bali, Bali Tourism Board (BTB), Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta melibatkan 32 stakeholder pariwisata di Bali.

Ke depan, kegiatan ini ditargetkan menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai kabupaten di Bali.(***)

Editor : Rika Riyanti
#Tourism #asita bali #Run #Jatiluwih