Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedagang Asongan Tewas Terjepit Kendaraan di KMP Tunu Pratama Jaya, Begini Kronologinya

Gede Riantory Warmadewa • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:36 WIB
Tim medis berupaya memberikan pertolongan pedagang asongan, namun sayang nyawanya tak tertolong. (Ist)
Tim medis berupaya memberikan pertolongan pedagang asongan, namun sayang nyawanya tak tertolong. (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Seorang pedagang asongan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat proses muat kendaraan di atas KMP Tunu Pratama Jaya 5888 yang bersandar di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Kamis (21/5/2026) dini hari.

Korban diketahui berinisial SYT,33, warga Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 03.20 Wita ketika aktivitas pemuatan kendaraan sedang berlangsung di dalam kapal.

Baca Juga: Usulkan Enam Desa, Bangli Hanya Kebagian Satu Bantuan TPS3R dari DAK

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terjepit kendaraan boks saat proses pengaturan parkir kendaraan di atas kapal dilakukan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat dan ditemukan dalam kondisi tergeletak di bagian belakang sebelah kanan kendaraan bok.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh petugas ABK kapal saat proses pengaturan kendaraan berlangsung.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-54 ST Widya Dharma Pecatu, Tekankan Peran Strategis Pemuda Jaga Fondasi Pariwisata Budaya Badung

“Begitu mengetahui kejadian tersebut, petugas kapal bersama petugas darat dan security pelabuhan langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BBKK Gilimanuk menuju Puskesmas II Melaya untuk mendapatkan penanganan intensif.

Baca Juga: Makna Ulap-ulap dalam dalam Ritual di Bali, Penanda Bangunan sudah Hidup secara Niskala

Namun akibat luka berat yang dialami, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian pengguna jasa penyeberangan di area pelabuhan.

Meski demikian, proses penanganan berlangsung cepat sehingga aktivitas di kawasan Pelabuhan Gilimanuk tetap berjalan aman dan kondusif.

Sekitar pukul 05.15 Wita, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan diantar menggunakan ambulans menuju rumah duka. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pedagang asongan #pelabuhan gilimanuk #jembrana