BALIEXPRESS.ID- Aksi pencurian dengan modus tukar uang kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bangli.
Kali ini menimpa seorang pedagang di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 18.45 Wita.
Kasus ini masih dalam penyelidikan Polsek Susut. Korban berinisial Ni Wayan S, 43.
Baca Juga: Terungkap! Ini Pelaku Pencurian Tas Sopir Pikap di SPBU Jembrana yang Terekam CCTV
Korban mengalami kerugian hingga Rp1,2 juta setelah pelaku membawa kabur uangnya.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta mengatakan, saat itu korban sedang berjualan di warungnya.
Pelaku datang seorang diri. Awalnya membeli telur matang seharga Rp10 ribu. Pelaku membayar menggunakan uang pecahan Rp20 ribu, dan uang kembalian Rp10 ribu juga diberikan kepadanya.
Baca Juga: Pedagang Asongan Tewas Terjepit Kendaraan di KMP Tunu Pratama Jaya, Begini Kronologinya
Setelah transaksi pertama selesai, pelaku mulai menjalankan aksinya dengan berpura-pura meminta penukaran uang.
Pelaku mengeluarkan dua lembar uang Rp50 ribu untuk ditukar dengan uang pecahan Rp100 ribu. Korban pun melayaninya.
Baca Juga: Makna Ulap-ulap dalam dalam Ritual di Bali, Penanda Bangunan sudah Hidup secara Niskala
Tak berhenti di situ, pelaku kembali mengeluarkan uang Rp50 ribu dan meminta penukaran tambahan.
Setelah uang korban masuk ke dompetnya, pelaku tiba-tiba memberikan isyarat bahwa gambar uang tidak sama dan meminta pecahan lain.
Korban yang mulai bingung membuka laci penyimpanan uang untuk menunjukkan bahwa tidak ada lagi pecahan Rp100 ribu.
"Pelaku langsung menuju laci dan mengambil uang korban," kata Sucipta.
Setelah itu berhasil menggasak uang, pelaku buru-buru pamit menggunakan salam khas Bali yakni mencakupkan tangan.
Sementara korban baru menyadari kehilangan uang setelah pelaku pergi. "Pelaku membawa mobil, parkirnya agak jauh," kata Sucipta.
Sumber lain menyebutkan, saat kejadian warung sembako itu hendak tutup. Seperti biasanya, korban tengah menghitung uang hasil penjualan ketika pelaku datang.
Pria yang diduga WNA itu memakai masker dan tidak berbicara, hanya menggunakan bahasa isyarat. Aksinya terekam kamera CCTV warung.
Pelaku diduga dua orang. Satu orang lainnya disebut-sebut beraksi di warung lain di Serokadan, namun gagal.
Berdasarkan catatan Bali Express (Jawa Pos Group), kasus serupa pernah terjadi di toko UD Saribuncing, Jalan Tirta Pebini, wilayah LC Subak Aya, Kota Bangli pada Rabu (15/1/2025).
Pelaku yang dicurigai WNA mengambil uang dari laci kasir dengan modus menukarkan uang Rp50 ribu dengan pecahan Rp100 ribu.
Akibat kejadian itu, pemilik took mengalami kerugian sekitar Rp2,4 juta. Sayangnya, hingga kini tidak ada kabar Polres Bangli menangkap pelakunya. (*)
Editor : I Made Mertawan