Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, Gencar Bangun Kolaborasi P4GN

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:40 WIB
KEPALA : Kepala BNNK Gianyar, Sudirman.
KEPALA : Kepala BNNK Gianyar, Sudirman.
 
BALIEXPRESS.ID – Upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Gianyar terus diperkuat melalui berbagai langkah kolaboratif lintas sektor. Di balik gerakan masif tersebut, terdapat sosok Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar, Sudirman, yang dikenal aktif membangun sinergi bersama instansi vertikal dan horizontal di Kabupaten Gianyar.
 
Sejak menjabat sebagai Kepala BNNK Gianyar pada tahun 2024, Sudirman terus mendorong pendekatan pencegahan narkoba berbasis kolaborasi. Baginya, perang terhadap narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga masyarakat.
 
Di bawah kepemimpinannya, BNNK Gianyar gencar menggulirkan program P4GN melalui pendidikan, pelatihan, sosialisasi, pembentukan penggiat anti narkoba, hingga penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan pendidikan. Sejumlah kerja sama strategis juga dilakukan dengan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, sekolah, kampus, hingga kementerian di daerah.
 
Kolaborasi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menjadi salah satu contoh nyata pendekatan yang diusung Sudirman. Melalui pelatihan penggiat P4GN bagi aparatur sipil negara (ASN), ia mendorong penguatan pemahaman agama dan karakter sebagai benteng pencegahan penyalahgunaan narkoba.
 
Baca Juga: Pemkab Klungkung Perkuat Sinergi Wujudkan Layanan UHC Berkualitas
 
Sudirman memandang bahwa pencegahan narkoba harus menyentuh aspek moral, spiritual, dan sosial. "Keterlibatan tokoh agama dan institusi pendidikan dinilai sangat penting dalam menciptakan daya tangkal masyarakat terhadap ancaman narkotika, " jelasnya saat mengisi acara diklat beberapa hari lalu. 
 
Pria kelahiran Binjai, 8 Februari 1971 ini memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Badan Narkotika Nasional. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, yang membentuk pengalaman kuat dalam bidang advokasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Karier Sudirman di BNN antara lain dimulai sebagai Pengajar Balai Diklat Pendidikan di instansi kementerian dan lembaga pada periode 2005–2017. Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan strategi edukasi publik.
 
Pada tahun 2011 hingga 2015, ia dipercaya menjabat Kepala Seksi Pendidikan pada Direktorat Advokasi BNN. Selanjutnya, ia mengemban amanah sebagai Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan BNN pada 2015–2016.
 
Kariernya terus berkembang saat dipercaya menjadi Kepala Subdirektorat Masyarakat dan Pendidikan BNN pada periode 2017–2019. Dari posisi tersebut, Sudirman banyak terlibat dalam penguatan program edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
 
Sebelum bertugas di Gianyar, Sudirman menjabat sebagai Kepala BNN Kabupaten Purbalingga selama periode 2019–2024. Pengalaman memimpin di daerah menjadi bekal penting dalam mengembangkan pola kerja kolaboratif yang kini diterapkannya di Gianyar.
 
Di bidang pendidikan, Sudirman juga memiliki bekal akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Sains pada tahun 2011, serta mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, termasuk Diklat PIM IV pada 2008, Diklat Widyaiswara pada 2014, dan Diklat PIM III pada 2016.
 
Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman sebagai pengajar, serta rekam jejak kepemimpinan di BNN, Sudirman membawa pendekatan humanis namun tegas dalam menjalankan tugasnya. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga subjek dalam gerakan melawan narkoba.
 
Di Gianyar, langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan jejaring penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintahan, desa, sekolah, hingga komunitas masyarakat. Harapannya, tercipta sistem deteksi dini dan pencegahan yang melibatkan seluruh elemen daerah.
 
Bagi Sudirman, keberhasilan P4GN bukan hanya diukur dari penindakan hukum, melainkan juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, produktif, dan menjauhi narkotika. Karena itu, semangat gotong royong antarlembaga terus menjadi pondasi utama dalam membangun Gianyar yang bersih dari narkoba. *
Editor : Putu Agus Adegrantika
#bnnk gianyar