Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antusiasme Tinggi, Sterilisasi Anjing Lokal di Banyuning Buleleng Lampaui Target Awal

Dian Suryantini • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:45 WIB
Vaksinasi dan sterilisasi anjing di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng. (Ist) 
Vaksinasi dan sterilisasi anjing di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng. (Ist) 

BALIEXPRESS.ID – Upaya menekan penyebaran rabies di Kabupaten Buleleng terus digencarkan.

Salah satunya melalui kegiatan bakti sosial kontrol populasi Hewan Penular Rabies (HPR) berupa sterilisasi dan vaksinasi anjing yang digelar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Komisariat Buleleng di Kelurahan Banyuning.

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kelurahan Banyuning itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Baca Juga: Heboh Pocong Jadi-jadian di Desa Air Kuning Jembrana, Polisi Pastikan Hoaks

Warga tampak berdatangan membawa hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan layanan vaksinasi maupun sterilisasi secara gratis.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 120 ekor anjing berhasil divaksinasi rabies, sementara itu, 32 ekor anjing lokal menjalani tindakan sterilisasi dan kastrasi.

Jumlah tersebut bahkan melampaui target awal panitia yang hanya menargetkan 30 ekor anjing untuk disterilisasi.

Baca Juga: Hilang Sehari, Pria di Nusa Penida Ditemukan Tak Bernyawa dalam Sumur

Ketua pelaksana kegiatan, drh. I Gusti Bagus Oka Yadnya, mengatakan bakti sosial ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian PDHI terhadap meningkatnya kasus gigitan anjing di wilayah Kelurahan Banyuning dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, vaksinasi dan sterilisasi menjadi langkah penting dalam pengendalian rabies sekaligus menjaga kesehatan hewan peliharaan masyarakat.

Baca Juga: Dukung Kesempatan Setara bagi Perempuan, Grab Bekali Mitra Pengemudi Perempuan dengan Pelatihan Perlindungan & Pengembangan Diri

Selain mencegah penularan penyakit, sterilisasi juga bertujuan mengendalikan populasi anjing liar yang berpotensi menjadi penyebar rabies.

“Kami memang memprioritaskan anjing lokal, terutama yang sering dilepasliarkan. Anjing seperti ini sangat berpotensi membawa dan menyebarkan penyakit rabies, sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan mulai meningkat.

Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam upaya pengendalian rabies secara berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.

Oka juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Kelurahan Banyuning yang telah membantu memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan lancar dan tertib.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, yang turut memantau langsung kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada PDHI Komisariat Buleleng dan pihak Kelurahan Banyuning.

Menurutnya, langkah yang dilakukan para dokter hewan ini merupakan bentuk aksi nyata dalam membantu pemerintah menekan angka kasus rabies di Kabupaten Buleleng tanpa harus menunggu instruksi atau permintaan resmi dari pemerintah daerah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bentuk kepedulian dan aksi nyata yang sangat membantu pemerintah dalam upaya pengendalian rabies. Kami tentu akan terus memberikan dukungan,” katanya.

Selain vaksinasi dan sterilisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan serta bahaya rabies.

Warga diimbau untuk rutin memvaksin hewan peliharaan mereka dan tidak melepasliarkan anjing tanpa pengawasan. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#sterilisasi anjing #vaksinasi anjing #Banyuning #buleleng