Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Koster Dorong Standarisasi MICE Bali Berbasis Budaya dan Libatkan UMKM Lokal

Rika Riyanti • Kamis, 28 Mei 2026 | 13:07 WIB
PERTEMUAN: Audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).
PERTEMUAN: Audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

 

BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya penguatan identitas Bali sebagai destinasi unggulan penyelenggaraan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) dunia melalui standar penyelenggaraan yang berakar pada budaya lokal serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

Menurut Koster, Bali saat ini telah memiliki posisi yang kuat sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai agenda internasional.

Kondisi itu didukung oleh kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, hingga faktor keamanan dan kenyamanan bagi tamu negara maupun delegasi internasional.

Baca Juga: Rayakan Idul Adha 1447 H Dengan Semangat Toleransi, BTID Kembali Berbagi Kurban Di Kampung Bugis Desa Serangan

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Ia menjelaskan, daya saing Bali tidak semata-mata bertumpu pada ketersediaan hotel, ballroom, maupun pusat konvensi berstandar global.

Menurutnya, keunikan utama Bali justru terletak pada kekayaan budaya yang tidak mudah direplikasi oleh daerah lain.

Koster menyinggung sejumlah forum internasional besar yang pernah digelar di Bali, seperti G20 dan World Water Forum.

 

Pada ajang-ajang tersebut, Bali dinilai mampu menampilkan perpaduan antara fasilitas modern dengan nilai budaya lokal, termasuk filosofi Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Koster meminta BaliCEB menyusun pedoman atau standar penyelenggaraan MICE yang khas Bali sehingga memiliki ciri dan pembeda dibanding destinasi lain di tingkat global.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga: Merawat Identitas Bali Aga, Pemuda Pedawa Belajar Membuat Bedeg Tradisional

Selain aspek identitas budaya, Gubernur Bali juga menyoroti pentingnya pelibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem MICE.

Ia berharap penyelenggaraan event internasional di Bali dapat memberikan kontribusi langsung terhadap UMKM, termasuk pada sektor transportasi, dekorasi, hingga produk cenderamata.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Koster juga menyebut persoalan kemacetan dan pengelolaan sampah yang kerap menjadi perhatian wisatawan akan terus ditangani secara bertahap demi menjaga daya saing Bali sebagai destinasi internasional.

Baca Juga: PRUI Buleleng Cetak Prestasi, Bali Chilis Sapu Bersih IMR Jakarta 10’s 2026

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB), Ketut Jaman, menyampaikan bahwa antusiasme pelaku industri pariwisata terhadap organisasi tersebut terus meningkat.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Ia menyebut Bali memiliki kapasitas besar untuk industri MICE, didukung ratusan fasilitas pendukung serta sekitar 30 ballroom dengan kapasitas lebih dari 200 orang yang tersebar di sejumlah kawasan wisata.

Pengukuhan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di The Meru, Sanur.

Organisasi ini menargetkan Bali mampu menjadi tujuan utama penyelenggaraan pertemuan internasional, seiring tingginya jumlah agenda MICE yang digelar setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB menyatakan kesiapan mendukung implementasi pungutan wisatawan asing melalui edukasi dan sosialisasi kepada peserta maupun penyelenggara kegiatan MICE di Bali.

Baca Juga: Menyambut Iduladha, Gerindra Bali Menyerahkan 80 Kambing dan 2 Sapi untuk Warga Muslim di Denpasar

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman.(***)

Editor : Rika Riyanti
#mice #bali #wayan koster #phri