BALIEXPRESS.ID- Perjuangan panjang seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana demi membantu ekonomi keluarga berakhir duka di negeri orang.
I Kadek Mas Heriadi alias Dek Mas,34, warga Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, meninggal dunia di wilayah Ibaraki, Jepang setelah mengalami sakit komplikasi.
Kabar duka tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang kini masih menunggu proses pemulangan jenazah almarhum ke kampung halamannya.
Baca Juga: Bupati Buleleng Rancang TPA Bengkala Berbasis Controlled Landfill, Dorong Pengelolaan Sampah Modern
Sang ibu, Ni Nyoman Winarsih,59, mengaku masih teringat percakapan terakhir bersama anaknya melalui video call sebelum meninggal dunia.
“Saya cuma bilang kuatkan diri, segera pulih dan cepat pulang. Waktu itu dia sempat menjawab pasti akan pulang,” ungkapnya.
Sementara ayah almarhum, I Nyoman Wiarsana,60, menuturkan bahwa Dek Mas pertama kali berangkat ke Jepang pada tahun 2012 saat masih berusia 20 tahun sebagai peserta magang di sektor peternakan sapi.
Baca Juga: Dupa Menyala Ditinggal ke Rumah Anak, Rumah Warga di Seririt Buleleng Terbakar
Sejak keberangkatannya, almarhum diketahui belum pernah kembali ke Indonesia selama 14 tahun merantau di Jepang.
Menurut keluarga, hasil kerja Dek Mas selama di Jepang sangat membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, termasuk membangun rumah untuk orang tua di kampung halaman.
Baca Juga: Kadek Adnyana, Sektor Villa dan Hospitality di Bali Hadapi Sejumlah Tantangan
“Rumah ini menjadi bukti dari hasil si Putu dan si Kadek kerja di Jepang,” jelas Wiarsana.
Sebelumnya, almarhum yang bekerja di sektor peternakan di Ibaraki sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang mengalami pembengkakan.
Ia sempat menjalani pengobatan di klinik setempat, namun kondisi kesehatannya terus memburuk beberapa hari sebelum meninggal dunia.
Saat kondisi kritis, almarhum didampingi adik kandungnya, Komang Eri Wahyudi,24, yang juga sedang menjalani program pemagangan di Jepang.
Dek Mas meninggal dunia pada Minggu, 24 Mei 2026. Saat ini proses pemulangan jenazah masih dikoordinasikan oleh BP2MI bersama KBRI Tokyo.
Keluarga berharap jenazah dapat segera dipulangkan ke Bali sebelum Hari Raya Galungan agar dapat segera dilakukan prosesi adat dan kremasi. (*)
Editor : I Made Mertawan