Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SDN 5 Batur Dipastikan Tetap Terima Siswa Baru di Tengah Rencana Regrouping

I Made Mertawan • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:42 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli I Komang Pariartha. (I Made Mertawan/Bali Express)
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli I Komang Pariartha. (I Made Mertawan/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID- SDN 5 Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli, tetap membuka penerimaan siswa baru pada tahun ajaran ini, meski ada rencana regrouping (penggabungan) dengan SDN 1 Batur.

Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Komang Pariartha.

Pariartha mengisyaratkan bahwa penerimaan siswa baru dan rencana regrouping merupakan dua hal yang berbeda.

Baca Juga: Edukasi Safety Riding di Smanduta, Astra Motor Bali Ingatkan Bahaya Blind Spot

Oleh karena itu, tidak ada masalah ketika SDN 5 Batur tetap menerima siswa baru, meskipun proses penggabungan sedang dibahas.

Jika nantinya regrouping benar-benar direalisasikan, siswa dari salah satu sekolah tinggal dipindahkan ke sekolah lain.

“Tinggal pindahkan saja siswanya kalau jadi regrouping,” ujar Pariartha saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Amor ing Acintya! PMI Asal Jembrana Meninggal di Jepang, Ibu Kenang Percakapan Terakhir

Ia menjelaskan, proses penggabungan dua sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti pengajuan dari pihak sekolah, komite dan syarat administrasi lainnya.

Selain itu, masih diperlukan kepastian mengenai gedung yang akan digunakan sebagai lokasi regrouping.

Baca Juga: Bupati Buleleng Rancang TPA Bengkala Berbasis Controlled Landfill, Dorong Pengelolaan Sampah Modern

Seperti diketahui, regrouping ini mengemuka bukan hanya karena jumlah siswa baru di SDN 5 Batur terus menyusut.

Faktor lainnya adalah rencana pembangunan gedung sekolah yang berkaitan dengan proyek sentra parkir di Desa Adat Batur oleh Pemprov Bali.

Lokasi dua sekolah tersebut saat ini berada dalam kawasan yang masuk rencana pembangunan sentra parkir.

Jika megaproyek sentra parkir ini berjalan, Pemprov Bali akan membangun gedung sekolah baru di kawasan yang sama. Nantinya, gedung itu dimanfaatkan sebagai sekolah hasil penggabungan.

Saat ini, SDN 5 Batur dan SDN 1 Batur berada dalam satu pekarangan. Keduanya menggunakan pintu gerbang yang sama, bangunan tanpa sekat, bahkan padmasana pun satu, namun plang nama sekolah berbeda.

Perbedaan jumlah siswa di kedua sekolah cukup signifikan. SDN 5 mengalami penurunan siswa sejak beberapa tahun terakhir, sementara SDN 1 relatif stabil.

Kepala SDN 5 Batur, Wayan Karwasa, sebelumnya mengatakan bahwa sekolahnya kini hanya memiliki 30 siswa dengan lima guru.

Bahkan, kelas V tidak memiliki siswa sama sekali. Kondisi ini berbanding terbalik dengan SDN 1 Batur yang masih memiliki jumlah siswa besar.

Minimnya siswa di SDN 5, kata Karwasa, sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Kurangnya kepercayaan orang tua serta berkurangnya jumlah guru membuat sekolah semakin sulit bersaing.

"Jumlah guru yang minim otomatis membuat minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN 5 semakin kecil,” ujarnya.

Karwasa juga mengakui kondisi ini berdampak pada operasional sekolah. Minimnya Dana BOS membuat perbaikan ringan pada gedung sulit dilakukan, sehingga beberapa bagian bangunan mengalami kebocoran. Ia pun menyambut baik rencana regrouping ke SDN 1 Batur. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#SDN 5 batur #bangli #regrouping