Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

ACT! Project dan Eco Tourism Bali Jalin Kolaborasi Strategis Empat Tahun untuk Mendorong Regenerative Tourism di Bali

Ninuk Febriani • Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:29 WIB
ACT! Project dan Eco Tourism Bali Jalin Kolaborasi Strategis Empat Tahun untuk Mendorong Regenerative Tourism di Bali
ACT! Project dan Eco Tourism Bali Jalin Kolaborasi Strategis Empat Tahun untuk Mendorong Regenerative Tourism di Bali

 

BALIEXPRESS.ID— Dalam upaya mempercepat transformasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia,

ACT! Project dan Eco Tourism Bali secara resmi mengumumkan kerja sama strategis selama empat

tahun ke depan, terhitung mulai tahun 2026 hingga 2029, dalam acara tahunan The Meru Eco

Tourism Week 4th Edition di Bali Beach Convention Center, Sanur.

 

ACT! Project (Accelerating Consumer Transformation and Sustainability in Indonesia) merupakan

konsorsium yang terdiri dari Rainforest Alliance, SCOPI (Sustainable Coffee Platform Indonesia),

dan CSP (Cocoa Sustainability Partnership). Program ini didukung oleh Uni Eropa melalui

SWITCH-Asia, sebuah program Uni Eropa yang mendorong sustainable consumption and

production (SCP) di 42 negara di Asia, Timur Tengah, dan Pasifik.

 

Melalui kolaborasi ini, ACT! Project dan Eco Tourism Bali berkomitmen untuk mendorong adopsi

praktik sustainable sourcing secara konsisten di sektor pariwisata, khususnya hotel, restoran, dan

café di Bali serta Yogyakarta. Fokus utama kolaborasi ini mencakup penguatan praktik konsumsi

dan rantai pasok berkelanjutan untuk komoditas seperti kopi, kakao, teh, dan minyak sawit dalam

industri hospitality dan tourism.

ACT! Project dan Eco Tourism Bali Jalin Kolaborasi Strategis Empat Tahun untuk Mendorong Regenerative Tourism di Bali
ACT! Project dan Eco Tourism Bali Jalin Kolaborasi Strategis Empat Tahun untuk Mendorong Regenerative Tourism di Bali

 

Kerja sama ini juga menekankan pentingnya responsible production, yaitu memastikan komoditas

tidak diproduksi di kawasan yang rentan terhadap deforestasi maupun di sekitar habitat spesies

yang terancam punah. Di saat yang sama, pendekatan yang dijalankan tetap menempatkan

masyarakat dan komunitas lokal sebagai bagian utama dalam transformasi menuju industri

pariwisata yang lebih bertanggung jawab.

 

Sebagai platform yang aktif mendorong transformasi pariwisata berkelanjutan dan regeneratif di Bali,

Eco Tourism Bali melihat kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis dalam mempercepat

implementasi nature-positive tourism dan regenerative tourism di Indonesia.

 

Sementara itu, ACT! Project hadir sebagai mitra strategis yang memiliki visi sejalan dalam

memperkuat praktik sustainability, responsible sourcing, serta kolaborasi jangka panjang yang

mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan, komunitas lokal, dan masa depan industri

pariwisata Indonesia.

 

Kerja sama empat tahun ini akan mencakup berbagai program dan inisiatif, di antaranya:

 

● Pengembangan program regenerative tourism

● Kampanye edukasi dan awareness terkait sustainability

● Capacity building bagi sektor hospitality dan pariwisata

● Kolaborasi program lingkungan dan sosial

● Dukungan terhadap implementasi sustainability framework dan climate action

● Aktivasi bersama dalam rangkaian Eco Tourism Week hingga tahun 2029

“Hasil riset internal ACT! Project menyatakan sebanyak 92% konsumen di Bali dan Yogyakarta

memiliki kesadaran yang kuat mengenai isu lingkungan. Sejalan dengan bertumbuhnya permintaan

konsumen akan produk berkelanjutan, kerja sama kami dengan Eco Tourism Bali merupakan

langkah penting dalam mempromosikan adopsi yang konsisten terkait konsumsi kopi, cokelat, teh,

dan kelapa sawit berkelanjutan.

 

Melalui inisiatif ini, kami memiliki tujuan untuk mengakselerasi adopsi praktik konsumsi berkelanjutan

di sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan kafe. Pendekatan kami adalah memprioritaskan

produksi yang bertanggung jawab dengan memastikan bahwa komoditas tidak ditanam di area

rawan deforestasi atau dekat dengan habitat satwa liar. Inti dari proyek kami adalah masyarakat dan

komunitas. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan penghidupan petani dengan mendukung

pendapatan yang setara dan seimbang, baik bagi laki-laki dan perempuan, serta memperjuangkan

hak anak-anak untuk menikmati masa kecilnya dengan aman.”

 

— Margareth Meutia, Manager, Consumer Campaign and Engagement Rainforest Alliance dan

juga Team Lead ACT! Project

 

“Pariwisata yang regeneratif tidak dapat dibangun hanya dari operasional hotel atau destinasi.

Transformasi harus dimulai dari rantai pasok yang lebih bertanggung jawab, sehingga setiap produk

yang dikonsumsi wisatawan juga memberikan manfaat bagi alam, petani, dan komunitas lokal.”

 

— Rahmi Fajar Harini, Co-Founder Eco Tourism Bali

 

Melalui kolaborasi ini, ACT! Project dan Eco Tourism Bali berharap Bali dapat terus berkembang

sebagai destinasi yang tidak hanya unggul secara pariwisata, tetapi juga menjadi contoh global

dalam implementasi pariwisata regeneratif dan nature-positive tourism.

 

Tentang Eco Tourism Bali

Eco Tourism Bali merupakan platform yang berkomitmen mendorong implementasi pariwisata

berkelanjutan dan regeneratif di Bali melalui kolaborasi lintas sektor, sustainability verification,

capacity building, serta berbagai inisiatif lingkungan dan sosial seperti Eco Climate Badge dan

Regenerative Bali Program.

 

Tentang ACT! Project

ACT! Project adalah konsorsium yang terdiri dari Rainforest Alliance, SCOPI (Sustainable Coffee

Platform Indonesia), dan CSP (Cocoa Sustainability Partnership). Pendanaan ACT! Project didukung

oleh Uni Eropa melalui SWITCH-Asia, yaitu program Uni Eropa untuk mempromosikan Konsumsi

dan Produksi Berkelanjutan (SCP) di 42 negara di Asia, Timur Tengah, dan Pasifik.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #act