BALIEXPRESS. ID- Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan sosialisasi guna meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai, Rabu (3/6) hingga (5/6) tersebut meliputi Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dengan Perilaku Sosial Menyimpang, Sosialisasi Pencegahan Pekerja Anak, serta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dan Eksploitasi Terhadap Anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Widiastuti, SE., MM., mengatakan bahwa perilaku sosial menyimpang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Perilaku tersebut dapat berupa tindakan yang tidak sesuai dengan norma, nilai, dan aturan yang berlaku sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Melalui acara hari ini, kita akan bersama-sama memahami faktor penyebab perilaku sosial menyimpang, dampak yang ditimbulkan, serta upaya-upaya pencegahan dan penanganannya,” ujarnya ketika membuka sosialisasi di Ruang Rapat MDA Kabupaten Gianyar.
Widiastuti menjelaskan, dalam pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA), Kabupaten Gianyar pada tahun 2024 telah berhasil meraih predikat Nindya. Namun demikian, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan menuju predikat Utama hingga Kabupaten Layak Anak.
Menurutnya, penyelenggaraan KLA di Kabupaten Gianyar telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak serta Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.
“Kedua perda tersebut merupakan bentuk komitmen bersama yang didukung berbagai pihak. Mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, sekolah-sekolah hingga dunia usaha yang telah berupaya menjadi lingkungan yang ramah anak,” jelasnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dalam kegiatan sosialisasi dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat luas sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal yang lebih kuat untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Gianyar Layak Anak yang benar-benar berpihak pada hak dan kebutuhan anak,” katanya.
Lebih lanjut, Widiastuti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, melalui keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan, desa dapat menjadi ruang tumbuh yang aman bagi anak-anak sekaligus memberdayakan masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap anak dan menyediakan ruang-ruang positif bagi mereka.
“Lebih dari itu, saya mengajak kita semua untuk menggerakkan masyarakat di lingkungan masing-masing agar peka, peduli, dan aktif mencegah terjadinya praktik-praktik yang merugikan anak-anak kita, karena anak merupakan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika