Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pipa Bawah Laut PDAM Badung Hampir Tuntas, Berpeluang Melayani Puluhan RIbu Pelanggan Baru

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:40 WIB
Proses pembangunan pipa bawah laut milik PDAM Badung di sekitar Tol Bali Mandara. (ist)
Proses pembangunan pipa bawah laut milik PDAM Badung di sekitar Tol Bali Mandara. (ist)

BALIEXPRESS.ID - Proyek pemasangan pipa transmisi di bawah laut milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau yang lebih dikenal PDAM Badung kini hampir tuntas.

Nantinya setelah tersambung ke jaringan pipa menuju pelanggan akan menambah pasokan air 300 liter per detik.

Penambahan ini pun tidak hanya akan memperlancar distribusi namun juga berpeluang menambah sekitar 24.600 sambungan pelanggan baru.

Baca Juga: Ciptakan Estetika Wilayah, Pemkab Badung Kembali Turunkan Kabel Provider Tidak Aktif

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, mengatakan pasokan tambahan dari Penatih menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan air bersih yang terus meningkat di Kabupaten Badung.

Terutama pasokan di kawasan pariwisata dan permukiman padat penduduk seperti di Kecamatan Kuta Selatan.

"Kalau tambahan 300 liter per detik ini sudah masuk melalui jalur Tol Bali Mandara, tentu dampaknya besar. Selain meningkatkan pelayanan bagi pelanggan yang selama ini belum mendapatkan air selama 24 jam penuh, juga bisa digunakan untuk penambahan pelanggan baru," ujar Suyasa, Jumat (5/6).

Baca Juga: Polres Gianyar Ungkap 18 Kasus Pencurian Selama Mei 2026, WNA Iran hingga Residivis Diamankan

Pihaknya menyebutkan, tambahan kapasitas produksi 300 liter per detik tersebut setara dengan potensi pelayanan sekitar 24.600 pelanggan baru.

Namun, pemanfaatannya akan dibagi antara peningkatan kualitas layanan pelanggan eksisting dan perluasan cakupan pelayanan.

Suyasa pun tidak memungkiri, saat ini keterbatasan pasokan dan jaringan distribusi masih menjadi tantangan.

Baca Juga: Balinale Gelar Special Screening Bandit, Hadirkan Brian L. Tan, Wafda Saifan, Roy Sungkono, dan Rifnu Wikana di ICON Bali

Dalam kondisi tertentu, distribusi air harus diatur agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kebutuhan sektor usaha seperti hotel dan restoran.

"Kami tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Kadang distribusi dilakukan bergiliran. Malam hari bisa lebih banyak ke hotel, sedangkan siang hari diprioritaskan ke masyarakat," ungkapnya.

Pihaknya menerangkan, proyek pipa di bawah laut ini merupakan yang pertama ada di Indonesia.

Pipa yang melintasi di bawah Tol Bali Mandara ini pun kini sedang menunggu waktu untuk penyambungan ke jaringan eksisting.

Terlebih penyambungan ini masih menunggu waktu yang tepat, lantaran sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

“Kalau airnya sudah mulai turun baru kita bisa nyambung,” ucapnya.

Meski demikian, Suyasa menambahkan, target penyambungan pipa ini akan diselesaikan pada Juni 2026.

Namun untuk operasionalnya, PDAM Badung kini masih menunggu proses perizinan.

“Untuk operasional memang kita membutuhkan beberapa izin, Kalau sudah izin semua selesai maka kita langsung operasionalkan,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#bawah laut #pelanggan #pdam badung #Pipa #Perumda Air Minum Tirta Mangutama