BALIEXPRESS.ID – Meningkatnya kasus adiksi digital, gangguan fokus, burnout, gangguan tidur, hingga tekanan mental akibat derasnya arus informasi menjadi perhatian kalangan medis di Bali.
Kondisi tersebut tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada anak-anak dan remaja sehingga berdampak pada aktivitas belajar maupun pekerjaan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, layanan Exo-TMS (Exomind Transcranial Magnetic Stimulation) diperkenalkan Sudirman Medical Centre (SMC) Denpasar.
Layanan teknologi neuromodulasi yang menggunakan stimulasi magnetik terarah ini untuk membantu mengoptimalkan fungsi otak, khususnya pada area yang berperan dalam fokus, pengendalian emosi, pengambilan keputusan, dan ketahanan terhadap stres.
Dokter Penanggung Jawab Klinik SMC Denpasar, dr. Ni Putu Ayu S. Apsari, Sp.DVE, MMRS, mengatakan perkembangan gaya hidup digital telah memunculkan berbagai bentuk adiksi baru yang kerap tidak disadari masyarakat.
“Adiktif itu kan macam-macam ya, bisa berupa zat ataupun bisa berupa kebiasaan atau habits. Zaman sekarang tuh hal-hal seperti scrolling gitu itu termasuk addiction juga, selain kita kalau banyak orang tahunya hanya addiction kayak zat, alkohol. Bahkan kebiasaan-kebiasaan kayak judi online, game-game online itu yang sangat mengganggu aktivitas dan mengganggu fokus dari orang-orang. Bahkan pasien itu bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun mengalami,” ujarnya, Minggu (7/6).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat kesehatan mental perlu mendapat perhatian yang sama dengan kesehatan fisik, terutama di tengah tuntutan hidup modern yang semakin tinggi.
“Jadi saat ini hidup kita itu sangat cepat. Jadi tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi, terus informasi yang datang terus tanpa berhenti dari sosmed, dari berita-berita. Jadi menurut saya sudah saatnya kita lebih memperhatikan kesehatan mental, bukan hanya kesehatan fisik saja,” katanya.
Apsari menjelaskan Exo-TMS dihadirkan sebagai salah satu pilihan untuk membantu masyarakat menjaga dan memulihkan kesehatan mental, meskipun tidak sedang mengalami gangguan kejiwaan berat.
Secara teknis, Exo-TMS merupakan teknologi non-invasif yang bekerja menggunakan stimulasi magnetik pada area tertentu di otak.
Salah satu target utamanya adalah Dorsolateral Prefrontal Cortex (DLPFC), bagian otak yang berperan penting dalam fungsi eksekutif seperti konsentrasi, regulasi emosi, pengambilan keputusan, serta kemampuan menghadapi tekanan sehari-hari.
Konsultan Psikiater SMC Denpasar, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, SpKJ (K), mengatakan pendekatan kesehatan mental saat ini tidak hanya berfokus pada pengobatan gangguan, tetapi juga menjaga fungsi otak agar tetap optimal.
Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup 2026, Badung Gelar Aksi Korve Serentak di Benoa
“Kita hidup di era di mana tubuh sering dirawat, tetapi otak sering diabaikan. Padahal otak adalah pusat dari seluruh pengalaman manusia—bagaimana kita berpikir, merasakan, bekerja, mencintai, dan menjalani hidup. Exo-TMS hadir sebagai bagian dari konsep Brain Wellness, yaitu merawat otak sebelum terjadi kelelahan yang lebih berat,” katanya.
Selain untuk membantu meningkatkan fokus dan mengelola stres, teknologi stimulasi magnetik tersebut juga digunakan dalam penanganan sejumlah kasus adiksi digital.
Wiguna menjelaskan metode Transcranial Magnetic Stimulation memiliki dasar ilmiah yang menunjukkan manfaat dalam mengurangi dorongan atau craving pada perilaku adiktif tertentu.
Apsari menambahkan masyarakat yang mengalami keluhan seperti insomnia atau kesulitan berkonsentrasi dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan psikiater agar mendapatkan penilaian dan pengaturan terapi yang sesuai.
Baca Juga: Sekolah Rakyat: Cahaya Tunas Muda Negeri
“Kalau untuk keluhan-keluhan seperti insomnia, kurang fokus, itu sebenarnya bisa datang langsung. Cuman memang lebih baik lagi kalau bisa bertemu dengan psikiater. Biasanya ketemu sekali dulu, nanti psikiater akan mendiagnosis setelah itu akan di-settingkan untuk dia itu cocoknya untuk yang preset berapa,” ujarnya.
Kehadiran layanan tersebut sekaligus melengkapi layanan kesehatan otak berbasis neuroscience yang telah tersedia di SMC Denpasar, seperti Brainmapping (QEEG), Neurofeedback, dan konsultasi spesialis.(***)
Editor : Rika Riyanti