Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SD Negeri 2 Batuan Kembangkan Bakat Siswa dengan Pelestarian Budaya dan Pengembangan Kreativitas

Putu Agus Adegrantika • Senin, 8 Juni 2026 | 16:02 WIB
BUDAYA : Kegiatan pelestarian budaya di SDN 2 Batuan. 
BUDAYA : Kegiatan pelestarian budaya di SDN 2 Batuan. 
 
BALIEXPRESS. ID– Semangat melestarikan budaya Bali sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda tampak begitu kuat mewarnai hari pertama rangkaian kegiatan HARUM #3 di SD Negeri 2 Batuan, Senin (8/6). Sebanyak 80 siswa kelas IV, V, dan VI antusias mengikuti Lomba Ngukir dan Lomba Pembuatan Ogoh-Ogoh Mini yang digelar di lingkungan sekolah sebagai pembuka menuju puncak perayaan HARUM tahun ini.
 
Sejak pagi, halaman sekolah berubah menjadi ruang kreativitas yang dipenuhi semangat berkarya. Suara alat ukir yang berpadu dengan diskusi antarsiswa menciptakan suasana berbeda dari aktivitas belajar sehari-hari. Para peserta tampak serius menuangkan ide dan keterampilan mereka ke dalam berbagai karya seni yang sarat nilai budaya.
 
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui seni ukir, siswa diajak belajar tentang ketekunan, kesabaran, disiplin, serta pentingnya menghargai proses. Sementara pembuatan ogoh-ogoh mini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengekspresikan gagasan.
 
 
Kepala SD Negeri 2 Batuan, I Putu Sutrisna, mengatakan bahwa kegiatan HARUM #3 dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
 
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan karakter peserta didik yang kreatif, disiplin, dan cinta budaya. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam berkarya dan melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.
 
Menurut Sutrisna, pelaksanaan lomba ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan ekstrakurikuler ngukir yang berlangsung setiap hari Sabtu. Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara sekolah dengan Desa Batuan, khususnya Komunitas Citrakara Batuan yang selama ini aktif menjaga tradisi seni ukir khas desa setempat.
 
“Kerja sama dengan para seniman dan Komunitas Citrakara Batuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari para pelaku seni. Ini menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan keterampilan sekaligus rasa bangga terhadap identitas budaya mereka,” tambahnya.
 
Ia menjelaskan, karya-karya yang ditampilkan para siswa dalam lomba bukanlah hasil instan, melainkan buah dari latihan dan pembinaan yang berlangsung selama berbulan-bulan. Setiap pahatan dan setiap ogoh-ogoh mini yang dihasilkan mencerminkan proses belajar yang panjang, penuh kesungguhan, dan semangat yang terus diasah.
 
HARUM sendiri merupakan akronim dari Harmonisasi Aksi Riang, Unggul, dan Menyenangkan, sebuah program unggulan SD Negeri 2 Batuan yang bertujuan membangun budaya sekolah yang kreatif, kolaboratif, dan berkarakter. Program ini berlandaskan nilai-nilai budaya Bali dan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
 
Melalui HARUM #3, sekolah ingin menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya. Menurut Sutrisna, pengenalan budaya sejak dini akan membentuk generasi yang memiliki identitas kuat serta percaya diri menghadapi tantangan masa depan.
 
“Kami percaya bahwa anak-anak yang mengenal akar budayanya akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap pelestarian budaya bangsa,” tegasnya.
 
Hari pertama HARUM #3 menjadi bukti bahwa semangat berkarya dan menjaga warisan budaya tetap hidup di kalangan generasi muda. Dari tangan-tangan kecil para siswa lahir karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga menjadi simbol harapan bahwa tradisi dan budaya Bali akan terus berkembang serta diwariskan kepada generasi berikutnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika
#HARUM#3 #Tradisi Budaya Bali