BALIEXPRESS.ID - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan budaya Bali terus ditunjukkan Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra. Melalui penyerahan sebanyak 8.700 bibit tanaman kepada 10 desa peserta Lomba Telajakan Tingkat Provinsi Bali, ia mendorong masyarakat untuk menjadikan telajakan sebagai wajah hijau sekaligus identitas daerah.
Penyerahan bibit dilakukan di Banjar Yangloni, Desa Peliatan, Rabu (10/6), sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi desa-desa yang terpilih mewakili Gianyar dalam ajang lomba tingkat provinsi. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, asri, dan tertata.
Sebanyak 10 desa penerima bantuan itu meliputi Desa Peliatan, Desa Mas, Desa Batubulan, Desa Kemenuh, Desa Celuk, Desa Kedisan, Desa Sanding, Desa Saba, Desa Petak Kaja, dan Desa Kerta.
Bagi Surya Adnyani Mahayastra, telajakan bukan sekadar ruang di depan pekarangan rumah. Ia melihat telajakan sebagai simbol harmonisasi antara manusia, lingkungan, dan budaya yang menjadi ciri khas Bali. Karena itu, penataan telajakan perlu terus didorong melalui partisipasi aktif masyarakat.
“Penyaluran bibit tanaman ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam penataan lingkungan di Kabupaten Gianyar,” ujarnya.
Perempuan yang juga aktif menggerakkan berbagai program pemberdayaan masyarakat tersebut menilai telajakan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat identitas daerah. Salah satunya melalui pemanfaatan tanaman khas dan maskot Kabupaten Gianyar, seperti bunga padma.
Menurutnya, keberadaan telajakan yang tertata dengan baik mampu menghadirkan ruang hijau yang memperindah lingkungan, mendukung pelestarian alam, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan keasrian wilayah.
“Telajakan juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan budaya Bali,” ungkapnya.
Melalui langkah nyata ini, Surya Adnyani Mahayastra menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui program fisik, tetapi juga melalui penguatan kesadaran masyarakat. Dengan ribuan bibit yang disalurkan, ia berharap semangat menjaga telajakan dapat tumbuh di seluruh desa, menjadikan Gianyar semakin hijau sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya Bali.*