Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPA Suwung Dimungkinkan Buka, Adi Arnawa Tetap Pilih Pilah Sampah

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:29 WIB
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (ist)
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (ist)

BALIEXPRESS.ID - Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat sempat memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Hal ini lantaran dari rencana awal akan ada penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) malah berbalik diizinkan buka, asalkan tidak menggunakan sistem open dumping.

Meski demikian Pemkab Badung tetap akan menggunakan pola pengelolaan sampah dari sumber melalui pemilahan tanpa memanfaatkan TPA Suwung.

Baca Juga: Ambil Sumpah/Janji 1.322 PNS Baru, Wamen Ossy: Awal Mulainya Tanggung Jawab ASN

Mengingat jumlah masyarakat yang telah sadar untuk memilah sampah sebanyak 76 persen.

Hal ini disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat ditemui Kamis (11/6).

Menurut Adi Arnawa, pengelolaan sampah tetap harus menerapkan pola pemilahan dari sumber.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset untuk Pulihkan Hak Korban dan Kerugian Negara

Sebab pola ini pun diterapkan di banyak negara lainnya.

Malah dengan pemilahan ini, jauh lebih optimal, dimana-mana pun harus dipilah. Mindset kesadaran masyarakat itu sudah ada sekarang, malahan berdasarkan data kan sudah 76 persen,” ujarnya.

Bupati asal Pecatu ini bahkan telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung untuk mengadakan lomba kebersihan.

Baca Juga: Puluhan Tahun Bertani Bunga, Gusti Made Arjana Sulap Kebun Bunga Jadi Agro Wisata dan Tempat Riset Mahasiswa Pertanian

Bahkan lomba yang akan masuk dalam Mangupura Award ini akan dimatangkan lagi penilaiannya.

Dalam lomba ini sebuah wilayah akan dinilai proses penanganan sampah di sumber, kemudian pemanfaatan TPS3R, dan terakhir penggunaan TPST.

“Dari semuanya itu, tentu saya berharap ekosistem penanganan di Badung ini, penanganan sampah ini bisa jalan,” tegasnya.

Disinggung terkait penggunaan TPA Suwung, Adi Arnawa mengaku, saat masih dimungkinkan untuk residu.

Namun kedepannya, ia mendorong tidak ada lagi sampah yang dikirimkan ke TPA tersebut.

“Saya berharap juga nanti ke depan ini, kalau bisa zero kan, kosong, nol lah gitu. Karena apa yang diucapkan Pak Menteri, open dumping juga ada yang diberikan,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya menyatakan, dalam sehari ada sekitar 800 ton sampah yang dihasilkan di Kabupaten Badung.

Sebanyak 45,5 persen dari jumlah tersebut berasal dari hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang berpotensi masuk TPA Suwung, lantaran bekerjasama dengan pihak ketiga.

Hal ini pun yang akan dikoordinasikan untuk dapat diselesaikan di TPS3R maupun TPST.

“Nah kalau ini bisa ditangani dengan baik, misalnya pihak ketiga bisa bekerjasama dengan TPS3R, saya kira tidak akan ke TPA Suwung lagi,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#tpa #Open Dumping #Pemkab Badung #Adi Arnawa #sampah