Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terseret Air Bah di Baktiseraga Buleleng, Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Bawah Reruntuhan Rumah

Dian Suryantini • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:25 WIB
Banjir merusak rumah di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (12/6/2026). (Ist)

 
Banjir merusak rumah di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (12/6/2026). (Ist)  

BALIEXPRESS.ID- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Jumat (12/6/2026) siang memicu banjir di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.

Bencana tersebut mengakibatkan seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Ricardo Razaq Alghivieri, 20, meninggal dunia setelah terseret air bah yang menggerus sebagian rumahnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 Wita di kawasan BTN Griya Mahadewa Blok A4, Banjar Dinas Tista, Desa Baktiseraga.

Baca Juga: Pemantauan Jelang Galungan, Pemkab Badung Pastikan Stok Pangan Aman

Saat kejadian, hujan deras menyebabkan debit air saluran subak Baktiseraga meluap dan menerjang permukiman warga.

Arus banjir yang sangat deras menggerus bagian rumah korban hingga mengalami kerusakan cukup parah. Ricardo yang berada di lokasi diduga terseret arus dan sempat dinyatakan hilang. 

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar menerima laporan sekitar pukul 13.55 Wita dan segera mengerahkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian.

Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Tegaskan Keyakinan terhadap Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang yang Tetap Solid

Kepala Pos SAR Buleleng, Kadek Dony Indrawan mengatakan, sebanyak delapan personel SAR diterjunkan dengan membawa sejumlah peralatan pendukung, di antaranya kendaraan rescue, peralatan medis, perlengkapan SAR air, serta alat komunikasi.

Tim gabungan kemudian melakukan asesmen dan pencarian di sekitar lokasi yang terdampak banjir.

Baca Juga: 30 Menit Diskusi di Kediaman Letkol TNI (Purn) Si Made Rai Edi Astawa  

"Setelah beberapa jam melakukan upaya pencarian dan evakuasi, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Ricardo ditemukan tertimbun di bawah reruntuhan longsoran bangunan rumah dan senderan yang ambruk akibat terjangan banjir," ujarnya.

Petugas gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut.

Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur dan bangunan di lingkungan BTN Griya Mahadewa, Desa Baktiseraga, Buleleng.

Rumah milik korban yang berukuran sekitar 12 meter x 6 meter mengalami kerusakan berat akibat tergerus banjir dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Kerusakan juga terjadi pada rumah milik Nyoman Gede Suara di Blok A5. Tembok rumah warga tersebut mengalami retak dan sebagian hampir roboh.

Kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta. Nyoman Gede Suara turut menjadi korban dalam kejadian itu dan mengalami luka pada bagian kepala serta kaki. Saat ini ia masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Di sektor infrastruktur, banjir mengakibatkan senderan pasangan batu kali di tepi saluran subak tepat di bawah rumah korban sepanjang 12 meter dengan tinggi 2,5 meter jebol.

Kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta. Selain itu, senderan batu kali di batas kawasan BTN sepanjang 6 meter dan tinggi 1,5 meter juga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp15 juta.

Tembok pembatas kawasan BTN sepanjang enam meter turut ambruk diterjang banjir dengan kerugian sekitar Rp5 juta.

Beberapa bagian jalan lingkungan juga mengalami kerusakan akibat tergerus limpasan air dengan estimasi kerugian mencapai Rp10 juta. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Air Bah #banjir #buleleng