Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wayan Sukarma, Pria Sayan Rubah Halaman Belakang Rumah Menjadi Destinasi Favorit 

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB
SAYAN : Wayan Sukarma, pemilik Sayan Point, destinasi favorit di Desa Sayan, Ubud. 
SAYAN : Wayan Sukarma, pemilik Sayan Point, destinasi favorit di Desa Sayan, Ubud. 
BALIEXPRESS.ID – Di tengah ketatnya persaingan bisnis pariwisata di kawasan Ubud, sebuah usaha yang lahir dari halaman belakang rumah warga lokal mampu berkembang menjadi salah satu tempat favorit wisatawan mancanegara. Sayan Point, yang berlokasi di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, yang kini dikenal sebagai tempat bersantai dengan panorama matahari terbenam yang memikat.

Pemilik Sayan Point, Wayan Sukarma, mengisahkan bahwa tempat tersebut mulai dibangun pada tahun 2019. Namun, saat persiapan usaha hampir rampung dan mulai beroperasi, pandemi Covid-19 melanda dunia pada awal 2020. Kondisi itu menjadi ujian berat bagi usaha yang baru dirintis tersebut.

“Ketika mulai buka justru bersamaan dengan pandemi. Kami harus berjuang selama dua sampai tiga tahun agar usaha ini bisa tetap berjalan,” ujar Sukarma, Jumat (19/6). 

Menurutnya, perjalanan bisnis tersebut tidaklah mudah. Sektor pariwisata Bali saat itu nyaris lumpuh akibat minimnya kunjungan wisatawan. Meski demikian, Sukarma tetap bertahan dan terus mengelola usahanya hingga akhirnya pariwisata kembali pulih pada 2023. Sejak saat itu, Sayan Point mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Sebelum menjadi destinasi wisata, lokasi tersebut merupakan rumah tinggal keluarga.

Melihat potensi pemandangan alam di belakang rumahnya, Sukarma kemudian berinisiatif mengembangkan area tersebut menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan. Awalnya tempat itu dikenal sebagai “Sunset Point” karena menawarkan pemandangan matahari terbenam yang indah dari kawasan sisi barat Sayan di atas Sungai Ayung.

Baca Juga: Ada Konsep Nilapati, Joged Bumbung Tradisi Duta Badung Tampil Memukau di PKB 2026
Kini, Sayan Point tidak hanya menawarkan panorama sunset, tetapi juga dilengkapi kolam renang, restoran, serta beragam pilihan makanan dan minuman. Konsep yang diusung lebih mengarah pada tempat santai bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Ubud dari sudut yang berbeda.

Menariknya, sekitar 90 persen pengunjung Sayan Point merupakan wisatawan asing. Pasar yang disasar didominasi wisatawan Asia dan negara-negara Barat. Selain menu makanan dan minuman bercita rasa internasional, tersedia pula berbagai pilihan koktail yang menjadi salah satu daya tarik bagi tamu mancanegara.

“Saat berlibur di Ubud, rata-rata wisatawan bisa datang dua kali ke sini. Mereka suka suasananya yang santai dan pemandangannya,” ungkap Sukarma.

Sebelum mengelola usaha sendiri, Sukarma merupakan karyawan hotel Four Seasons selama kurang lebih 20 tahun. Sang istri juga bekerja di tempat yang sama. Setelah memasuki masa pensiun, keduanya memutuskan mengembangkan potensi yang dimiliki di lingkungan rumah mereka sendiri.

Berbekal pengalaman panjang di industri perhotelan, Sukarma berusaha menghadirkan pelayanan yang nyaman bagi para tamu. Saat ini, Sayan Point mempekerjakan lima staf lokal. Selain itu, berbagai inovasi sempat dilakukan, termasuk menghadirkan wahana ayunan (swing) yang sempat menjadi daya tarik wisatawan.

Ke depan, Sayan Point akan terus dikembangkan sebagai ruang relaksasi yang menyatu dengan alam. Tempat ini dinilai sangat cocok untuk kegiatan yoga pada pagi hari dengan suasana yang tenang, sementara pada sore hari pengunjung dapat menikmati keindahan matahari terbenam. Dari sebuah halaman belakang rumah, Sayan Point menjadi bukti bahwa kreativitas dan ketekunan masyarakat lokal mampu melahirkan destinasi wisata yang diminati wisatawan dunia. *
Editor : Putu Agus Adegrantika
#Sayan Point #sunset #Sayan Ubud