BALIEXPRESS.ID – Di tengah penerapan pemadaman bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah sistem Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), kondisi kelistrikan di Bali hingga kini dipastikan masih dalam keadaan aman.
Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Eka Susana, menyatakan belum ada pemadaman bergilir yang diberlakukan di Pulau Dewata.
Menurutnya, kebutuhan pasokan listrik Bali tetap dapat dipenuhi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
“Sampai saat ini belum ada pemadaman bergilir di Bali. PLN Pusat sudah mengakomodir, Bali aman,” katanya.
Baca Juga: Sesuai Ketentuan, Pencairan JHT di Atas Rp50 Juta Dikenai Pajak
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Pulau Jawa sempat mengalami pemadaman bergilir akibat kendala pasokan batu bara yang menjadi bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap Bali, mengingat sebagian kebutuhan listrik pulau ini masih mendapat suplai dari Jawa.
Eka menjelaskan, pasokan listrik yang dikirim dari Jawa ke Bali saat ini mencapai sekitar 270 megawatt (MW).
Sementara itu, sistem kelistrikan Bali memiliki daya mampu sekitar 1.400 MW.
Meski masih menerima pasokan dari Jawa, hingga saat ini belum terdapat gangguan yang memengaruhi layanan kelistrikan di Bali. Sistem pasokan listrik di daerah ini disebut tetap berjalan normal.
Sementara itu, berdasarkan laporan Kantor Berita Antara, proses pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa terus berlangsung dan menunjukkan perkembangan positif.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyebut distribusi batu bara yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap kini berjalan lancar.
Menurut Darmawan, PLN akan melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk pembenahan tata kelola rantai pasok batu bara serta penguatan kapasitas pembangkit listrik.
Baca Juga: Macolek-Colekan Adeng dari Duta Buleleng Curi Perhatian di PKB 2026
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa sekaligus meningkatkan ketahanan pasokan listrik ke depan.(***)
Editor : Rika Riyanti