BALIEXPRESS.ID – Rangkaian Pesta Kesenian Bali ke-48 (PKB) 2026 dijadwalkan menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya pada Minggu (28/6/2026) di Kawasan Taman Budaya Art Centre Denpasar.
Berbagai penampilan dari duta kabupaten maupun komunitas seni bakal berlangsung mulai sore hingga malam hari.
Rangkaian acara dimulai pukul 15.00 Wita di Kalangan Angsoka dengan Rekasadana (Pergelaran) Tari dan Tabuh Garapan Anyar yang dibawakan Komunitas Seni Gamelan Busi, Banjar Mertasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.
Baca Juga: Dua Dekade Perjuangan Rosidah Membesarkan UMKM Gula Merah dan Berkembang lewat KUR BRI Sumenep
Selanjutnya, pukul 17.00 Wita di Gedung Ksirarnawa digelar Utsawa (Parade) Palegongan Klasik Khas yang mempertemukan Sanggar Seni Ghora Yowana Budaya, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara sebagai Duta Kabupaten Jembrana dengan Sanggar Seni Tari Dharmawangsa, Banjar Sedang Kelod, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal sebagai Duta Kabupaten Badung.
Pada waktu yang sama, Kalangan Madya Mandala menghadirkan Utsawa (Parade) Joged Bumbung Tradisi yang menampilkan Sekaa Joged Kusuma Sari dari Banjar Dinas Bungkulan, Desa Seraya Barat, Kabupaten Karangasem dan Sanggar Seni Joged Mangun Semara dari Banjar Dinas Gunung Sekar, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Memasuki malam hari, pukul 19.00 Wita, Kalangan Ayodya menjadi lokasi pementasan Rekasadana (Pergelaran) Prembon oleh Sekaa Gong Catur Mandala dari Desa Adat Bitra, Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar.
Sementara itu, puncak acara malam ini berlangsung pukul 19.30 Wita di Panggung Terbuka Ardha Candra melalui Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita.
Penampilan menghadirkan Sanggar Seni Guntur Madu dari Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang sebagai Duta Kabupaten Badung serta Sanggar Seni Lila Janaki dari Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati sebagai Duta Kabupaten Gianyar.
Baca Juga: Bapang Barong Badung Tampil Berwibawa, Panggung PKB Bergemuruh
Berbagai pertunjukan tersebut diharapkan kembali menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan kekayaan seni budaya Bali yang ditampilkan selama pelaksanaan PKB 2026. (*)
Editor : I Made Mertawan