Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral Warung Seafood di Gilimanuk Diduga Buang Sampah ke Laut, Ini Hasil Klarifikasinya!

Gede Riantory Warmadewa • Senin, 29 Juni 2026 | 07:29 WIB
Salah satu pemilik warung seafood di Lingkungan Asih didatangi perangkat Kelurahan Gilimanuk terkait video yang viral di media sosial. (Ist)
Salah satu pemilik warung seafood di Lingkungan Asih didatangi perangkat Kelurahan Gilimanuk terkait video yang viral di media sosial. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Video viral yang menarasikan sebuah warung seafood di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana membuang sampah langsung ke laut akhirnya ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kelurahan Gilimanuk.

Hasil klarifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa benda yang dibuang bukanlah sampah rumah tangga, melainkan sisa potongan dan jeroan ikan yang digunakan sebagai pakan ikan di laut.

Meski demikian, pihak kelurahan tetap memberikan peringatan tegas kepada pemilik usaha agar tidak lagi membuang apa pun ke laut.

Baca Juga: Perekaman E-KTP di MPP Bangli Kurang Diminati, Ternyata Ini Penyebabnya

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi sekitar pukul 10.00 Wita setelah video tersebut ramai beredar di media sosial, termasuk melalui akun Facebook Info Jembrana dan TikTok Gus Norma dengan judul “Warung Seafood di Gilimanuk Buang Sampah Langsung ke Laut”.

Dalam peninjauan tersebut, Lurah Gilimanuk didampingi Kepala Lingkungan Asih, Ketua RT, serta staf kelurahan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Saat melakukan klarifikasi, rombongan menemui Ridwan, anak pemilik warung seafood tersebut.

Baca Juga: Menjaga Jejak Sang Maestro, Komunitas Barong Singapadu Hidupkan Kembali Roh Tari Barong Ket di PKB XLVIII

Dari penjelasan yang diberikan, orang yang terlihat dalam video memang merupakan karyawan warung.

Ridwan mengakui aktivitas dalam video benar terjadi. Namun, menurutnya, yang dibuang ke laut bukan sampah, melainkan sisa potongan dan jeroan ikan.

Baca Juga: Deretan Kios Loka Crana Bangli Tutup sejak 2023, Pemanfaatannya Masih Belum Jelas

“Dari pengakuannya, sisa potongan ikan dan jeroan tersebut sengaja dibuang untuk memberi makan ikan di laut. Sementara sampah rumah tangga telah dikelola dengan berlangganan layanan pengangkutan sampah, dipilah, dan sampah organik dibuang ke Teba Modern yang telah dibuat sesuai arahan dari pihak kelurahan,” ujar Ida Bagus Tony Wirahadikusuma.

Meski telah menerima penjelasan tersebut, Pemerintah Kelurahan Gilimanuk tetap mengambil langkah pembinaan.

Pemilik warung diminta tidak lagi membuang benda apa pun ke laut demi menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah polemik serupa di kemudian hari.

Selain itu, pihak kelurahan juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dan pemilahan sampah secara benar. Imbauan tersebut sejalan dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli mendatang.

Sebagai tindak lanjut, pemilik warung diwajibkan membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Apabila di kemudian hari kembali melakukan pelanggaran serupa, akan dikenakan tindakan tegas berupa sanksi atau denda sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#buang sampah ke laut #viral #jembrana