BALIEXPRESS.ID - Program Beasiswa Nak Badung yang baru diluncurkan, kini mendapatkan antusias yang tinggi dari masyarakat.
Dari awal dibukanya pendaftaran secara online pada 1 Juli 2026, kini telah ada 900 siswa yang mendaftarkan diri.
Angka ini pun diperkirakan akan mengalami peningkatan, mengingat pendaftaran untuk mendapatkan beasiswa dari Pemkab Badung akan dibuka hingga September 2026
Baca Juga: Mandiri Donor Darah Hadir Kembali di Bali Rangkul 3.360 Pendonor Secara Nasional
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan program beasiswa yang digagas Pemkab Badung benar-benar dibutuhkan.
Terlebih beasiswa Nak Badung ini dijalankan untuk mendukung akses pendidikan bagi putra-putri daerah.
"Yang sudah mendaftar sekitar 900 orang. Itu mencakup seluruh jenjang yang masuk dalam program beasiswa, baik siswa SMA maupun mahasiswa," ujar Dwipayana, saat dikonfirmasi Jumat (3/7).
Baca Juga: I Putu Eka Bhuana Putra, Pemuda Tebasaya Ubud Sulap Kafe Jadi Tempat Nobar Piala Dunia
Pihaknya menyebutkan, seluruh pendaftar nantinya akan melalui proses verifikasi administrasi untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi.
Beasiswa pun diberikan kepada mahasiswa baru yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi maupun siswa SMA yang memenuhi ketentuan program.
"Semua akan diverifikasi berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Untuk mahasiswa, mereka harus sudah diterima di perguruan tinggi terlebih dahulu, baru kemudian mengajukan beasiswa. Demikian juga siswa SMA akan difasilitasi oleh sekolah dalam proses pendaftarannya," ungkapnya.
Baca Juga: Gasak Motor Kunci Nyantol di Ubud, Pelaku Diamankan Polisi
Dwipayana pun menerangkan, program beasiswa tahun ini diprioritaskan bagi mahasiswa baru atau semester pertama.
Sedangkan untuk pendaftarannya akan dibuka hingga September 2026, mengingat jadwal penerimaan mahasiswa baru yang umumnya selesai pada akhir Agustus.
"Proses penerimaan mahasiswa baru biasanya selesai pertengahan hingga akhir Agustus. Setelah itu, pada September dilakukan verifikasi berkas. Jadi pendaftaran efektif ditutup pada September," paparnya.
Melihat waktu pendaftaran yang masih terbuka, Dirinya pun memperkirakan akan ada peningkatan jumlah peminat.
Pemkab Badung optimistis anggaran yang telah disiapkan tetap mampu mengakomodasi seluruh penerima yang memenuhi persyaratan.
"Anggarannya cukup. Tahun ini kami siapkan sekitar Rp39 miliar untuk program Beasiswa Anak Badung," tegasnya.
Seperti diketahui, Beasiswa Nak Badung ini dibuka untuk memberikan keringanan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi.
Bagi siswa baru SMA/SMK yang akan mendapatkan bantuan dari program ini, wajib memiliki Kartu Keluarga Badung dan bersekolah di wilayah Badung.
Fasilitas yang diberikan meliputi pembayaran SPP atau uang komite, biaya penunjang bulanan, serta bantuan seragam di tahun pertama.
Menariknya untuk beasiswa SMA sederajat ini tidak ada kuota maksimal yang ditetapkan Pemkab Badung.
Kemudian untuk jenjang D4/S1 atau profesi diwajiban telah diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang bekerja sama dengan Pemkab Badung.
Pada tahap awal, kuota dibatasi sebanyak 450 orang.
Para mahasiswa yang lolos verifikasi akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari pembiayaan UKT penuh, bantuan pembelian laptop, uang saku bulanan, hingga biaya wisuda jika lulus tepat waktu.
Hanya saja program Beasiswa Nak Badung ini tetap memiliki sejumlah kriteria prioritas.
Hal ini meliputi, lama tinggal di Kabupaten Badung minimal lima tahun, penghasilan orang tua maksimal Rp5 juta per bulan, serta diprioritaskan bagi keluarga yang belum memiliki sarjana.
Selain itu ada juga beasiswa ini prioritas anak petani. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga