BALIEXPRESS.ID - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Badung telah menggelar Training of Trainer (TOT) kepada pelatih 57 Cabor.
Pelatihan ini pun bukan hanya digelar untuk persiapan Porprov Bali, namun melihat keperluan peningkatan prestasi para atlet.
Pelatihan ini pun menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia olahraga berbasis ilmu pengetahuan (sport science) guna menjaga dominasi prestasi olahraga Badung di Bali.
Baca Juga: Baru Dibuka Tiga Hari, 900 Siswa Daftar Beasiswa Nak Badung
Ketua KONI Kabupaten Badung, I Made Sutama mengatakan, atlet berprestasi lahir dari proses pembinaan yang berkualitas, sementara kualitas pembinaan sangat bergantung pada kompetensi pelatih.
Untuk tu pelatihan ini pun sangat penting digelar guna meningkatkan prestasi atlet di Badung.
"Dalam pembinaan prestasi, atlet yang lahir dan berprestasi lahir dari pembinaan yang baik. Proses pembinaan yang baik sangat ditentukan oleh kualitas pelatih. Karena itu TOT ini dilaksanakan untuk membangun sumber daya manusia olahraga Kabupaten Badung," ujar Sutama, Jumat (3/7).
Pihaknya pun menyebutkan, TOT yang digelar bukan hanya sebatas untuk persiapan Porprov Bali pada tahun 2027.
Pelatihan ini akan terus digelar guna memberikan pemahaman, mempersiapkan pelatih berlisensi, dan kaderisasi pelatih yang masih kurang.
“Kami tidak berpikir bahwa TOT ini untuk persiapan Porprov, ndak. Kami berpikir ke depan, jauh ke depan. Porprov dibilang jauh ya jauh, dibilang dekat ya dekat. Ini tidak ada kaitan dengan Porprov. Ini betul-betul kaderisasi kepelatihan,” ungkapnya.
Baca Juga: Indomilk Dorong Inovasi Pastry di Bali, Bidik Peluang Bisnis Lewat Coffee Pairing
Sutama pun berharap, pelatihan tersebut mampu melahirkan pelatih yang mampu menerapkan metode kepelatihan modern berbasis ilmu pengetahuan.
Sehingga kedepannya prestasi olahraga Badung tetap menjadi tolok ukur di Provinsi Bali.
"Badung sudah menjadi barometer olahraga di Bali. Ke depan kami ingin prestasi itu terus dipertahankan melalui pembinaan yang terukur, berkelanjutan, dan didukung sport science. Ilmu yang diperoleh peserta jangan disimpan sendiri, tetapi harus ditularkan kepada pelatih lainnya," paparnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana menyatakan, pelatih tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga membentuk karakter dan sportivitas sejak usia dini.
Ia pun mengingatkan agar pelatih tidak mengajarkan praktik-praktik yang mencederai nilai kejujuran dalam pertandingan.
"Kita di Badung tidak perlu berbuat curang. Kita harus sportif. Kalah ya kalah, menang ya menang. Jangan rusak mental atlet sejak kecil dengan mengajarkan hal-hal yang tidak benar. Kalau pelatihnya baik, memberikan arahan yang benar, atlet pasti akan menjadi atlet yang baik dan berprestasi," tegas Dwipayana. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga