BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti melakukan inspeksi lapangan terhadap pelaksanaan penataan kawasan pedestrian di sepanjang Pantai Kuta, Sabtu (4/7).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek penataan berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan wisata unggulan Bali.
Pada tahap pertama tahun 2026, Pemkab Badung memfokuskan pembangunan pedestrian di sisi Timur jalan Pantai Kuta.
Baca Juga: Perbaiki 30 SD, Disdikpora Badung Optimis Rampung Desember 2026
Jalur pejalan kaki tersebut dirancang memiliki lebar sekitar 3,5 meter dan dilengkapi penataan lanskap sehingga menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, aman, serta memperkuat estetika kawasan wisata.
Bupati Adi Arnawa mengatakan, penataan pedestrian merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Badung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata sekaligus menghadirkan ruang publik yang ramah bagi masyarakat dan wisatawan.
"Pantai Kuta merupakan ikon pariwisata Bali yang harus terus kita jaga kualitasnya. Penataan pedestrian ini bukan sekadar membangun trotoar, namun menghadirkan kawasan wisata yang lebih tertata, nyaman, aman, dan berkelas sehingga memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Badung," ujar Adi Arnawa.
Baca Juga: Hasil Paraguay vs Prancis: Penalti Mbappe Antar Les Bleus ke Delapan Besar Piala Dunia 2026
Setelah pembangunan tahap pertama selesai, penataan akan dilanjutkan hingga kawasan Padma di bagian Utara.
Sehingga seluruh koridor Pantai Kuta nantinya terhubung oleh jalur pedestrian yang representatif dan nyaman bagi pejalan kaki.
Bagi Adi Arnawa, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat serta pelaku usaha di sepanjang kawasan Pantai Kuta.
Baca Juga: Jadwal PKB ke-48 Minggu 5 Juli 2026: Tabanan Pentaskan Legong Style Men Sana
"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama mendukung program ini. Bagi bangunan atau pemanfaatan lahan yang berada di sempadan pantai dan tidak sesuai ketentuan, tentu akan dilakukan penataan sesuai aturan. Tujuannya bukan semata penertiban, tetapi untuk menciptakan kawasan Pantai Kuta yang lebih tertib, indah, dan memberikan manfaat bagi semua pihak," jelasnya.
Bupati Adi Arnawa pun menyatakan, selain pembangunan pedestrian, Pemkab Badung juga menyelaraskan program tersebut dengan penanganan abrasi pantai yang saat ini tengah dilaksanakan melalui pembangunan breakwater.
Setelah pekerjaan pengaman pantai selesai, pemerintah akan melanjutkan dengan penambahan pasir (beach nourishment) guna mengembalikan fungsi dan keindahan kawasan pesisir.
"Penataan kawasan Pantai Kuta ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam memperkuat daya saing pariwisata Bali melalui pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kenyamanan wisatawan, peningkatan kualitas ruang publik, serta keberlanjutan lingkungan pesisir," ujarnya.
Ke depan, pihaknya juga merencanakan penataan pada jalan sisi Barat kawasan Pantai Kuta, termasuk kemungkinan pelebaran jalur pedestrian agar ruang bagi pejalan kaki semakin luas dan representatif.
"Dengan wajah kawasan yang semakin tertata, terintegrasi, dan didukung infrastruktur yang memadai, kami berharap Pantai Kuta tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Badung Putu Teddy Widnyana Putra dan Kabag Prokompim Kadek Edi Putrana. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga