BALIEXPRESS.ID – Komitmen Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan menggelar aksi ngayah bersama di Pura Luhur Uluwatu pada Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (7/7). Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian yang memadukan nilai pendidikan, spiritualitas, dan pelestarian budaya Bali.
Dalam kegiatan tersebut, civitas akademika UNHI tidak hanya berpartisipasi dalam rangkaian persembahyangan dan pelayanan di kawasan suci, tetapi juga mempersembahkan berbagai kesenian sakral sebagai bentuk yadnya.
Sejumlah pementasan yang dipersembahkan meliputi Tari Kukus Arum, Tari Baris, Topeng, dan Tari Sidakarya. Seluruh pertunjukan tersebut memiliki makna religius sekaligus menjadi bagian dari tradisi yang hidup dalam praktik keagamaan masyarakat Hindu di Bali.
Rektor UNHI Denpasar, Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ngayah merupakan implementasi nyata nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya diwujudkan melalui program akademik, tetapi juga melalui pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai spiritual.
"UNHI memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan komitmen menjaga warisan budaya serta nilai-nilai Hindu. Melalui kegiatan ngayah ini, kami ingin menanamkan semangat pengabdian yang tulus kepada seluruh sivitas akademika," ujarnya.
Menurutnya, Pura Luhur Uluwatu sebagai salah satu kahyangan jagat memiliki nilai historis, religius, dan budaya yang sangat penting sehingga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghayati filosofi ngayah dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat.
UNHI berharap kegiatan pengabdian tersebut mampu memberikan kerahayuan bagi seluruh masyarakat serta memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam menjaga kelestarian budaya, seni sakral, dan nilai-nilai luhur Hindu sebagai bagian dari identitas Bali. (dik)
Editor : I Putu Mardika