Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cegah Pendaki Tersesat, Polres Tabanan Dorong Aturan Baru Pendakian Gunung Batukaru

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:14 WIB
Proses pencarian lansia hilang di Gunung Batukaru, Tabanan, Selasa (28/4/2026). (Ist)
Proses pencarian lansia hilang di Gunung Batukaru, Tabanan, Selasa (28/4/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Sejumlah kasus pendaki yang tersesat di Gunung Batukaru membuat Polres Tabanan mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh aktivitas pendakian.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, mengatakan hal ini dilakukan untuk menekan angka kejadian pendaki tersesat hingga hilangnya nyawa wisatawan di Gunung Batukaru.

“Upaya ini kami lakukan menyusul adanya data dari evaluasi menyeluruh yang sudah kami lakukan terhadap prosedur pendakian yang ada saat ini. Sehingga nantinya kejadian pendaki tersesat bisa diminimalkan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Desa Wisata Panji Buleleng Kian Mandiri, Homestay Warga Tumbuhkan Ekonomi Lokal

Bayu Pati menyatakan bahwa pihaknya akan menggandeng pemerintah daerah serta desa adat untuk merumuskan aturan baru untuk memastikan keamanan para pendaki yang ingin melakukan aktivitas pendakian dalam melintasi jalur tersebut.

Salah satu poin utama dalam rencana pengetatan aturan tersebut adalah pengalihan seluruh akses pendakian menjadi satu pintu utama.

Langkah ini diambil karena saat ini terdapat beberapa pintu masuk menuju puncak Batukaru.

Baca Juga: Perumda Sanjayaning Singasana Tabanan Baru Serap Beras, Gabah Petani Masih Belum Bisa Ditampung

Banyaknya pintu pendakian ini pembuat proses pendataan terhadap para pendaki menjadi tidak terorganisir dengan baik. Ketika terjadi peristiwa proses pencarian menjadi lebih lama.

“Melalui sistem satu pintu ini, petugas nantinya dapat melakukan pengawasan secara mendetail mulai dari jam keberangkatan hingga kepulangan pendaki. Semuanya tercatat di sana,” lanjutnya.

Baca Juga: Dari Pala Menjadi Peluang, Program AURA BRI Peduli Perkuat Kapasitas Usaha Kelompok Usaha Wanita di Bogor

Selain pendataan waktu, aturan ini juga akan menyasar pada penilaian kecakapan atau skill individu para pendaki sebelum diizinkan memulai perjalanan.

 Calon pendaki yang dinilai belum memiliki pengalaman nantinya diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu lokal.

“Penerapan ketentuan seperti ini juga akan bermanfaat untuk memudahkan tim penyelamat dalam memberikan bantuan darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah hutan,” tambahnya. (*)

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Pendaki Tersesat #gunung batukaru #tabanan