BALIEXPRESS.ID - Untuk kesekian kalinya Duta Kabupaten Badung, tampil dalam rangkaian PKB ke XLVIII 2026.
Perwakilan Gumi Keris pun menampilkan kreasi seninya melalu garapan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dari Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, di Panggung Terbuka, Ardha Candra, Denpasar, Rabu (8/7).
Mereka pun tampil memukau dengan tiga garapan, yakni Tabuh Lima Lawas, Tari kreasi masepuh dan pragmentari Jero Luh.
Baca Juga: Fraksi DPRD Buleleng Sepakat Lanjutkan Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Komposer Fragmentari Komunitas Seni Baturenggong, I Made Adi Suyoga Adnyana mengatakan, dalam penampilan ini juga mengangkat kisah Jero Luh.
"Sunan Jero Luh memiliki Histori terjadi di Puri Abiansemal. Dimana Jero Luh, yang nama awalnya Si Luh Punggul sebagai Parekan yang sangat dipercaya dan sakti,” ujar Adnyana.
Dirinya pun menyebutkan, menjelang akhir hayatnya Si Luh Punggul memiliki permohonan terakhir.
Baca Juga: DPRD DKI Beberkan Kunci Percepatan Kendaraan Listrik
Keinginan, yakni agar tapel rangda diletakan diatas jasadnya.
“Saat tapel menyentuh tubuhnya roh Jero Luh dipercaya menyatu secara Niskala dengan tapel Rangda, yang hingga saat ini tapel Rangda ini menjadi sesunan di Pura Dalem Mengwi," jelasnya.
Dirinya mengaku, persiapan pertunjukan memakan waktu satu setengah jam ini membutuhkan waktu enam bulan.
"Kami melakuan persiapan telah dimulai sejak bulan Januari hingga saat ini, jadi kurang lebih 6 bulan lamanya," ucapnya.
Ia menambahkan, Pemkab Badung dalam kaitan dengan pertunjukan ini telah mensupport dengan sangkat baik.
Adnyana berharap, kedepannya Pemkab Badung lebih banyak lagi memberi ruang kreatif, khususnya para pembibitan generasi muda.
Baik Komposer, Koreografer maupun Pemain agar dapat diberi ruang terutama dalam mengasah sekillnya dan menjadi potensi lokal jenius yang bagus di Kabupaten Badung kedepannya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga