BALIEXPRESS. ID – Kementerian Agama Kabupaten Gianyar terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi masyarakat, termasuk kalangan lanjut usia. Melalui kegiatan bimbingan tatap muka yang digelar dalam program Sekolah Lansia, para peserta diajak memahami ajaran Hindu yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani masa tua secara tenang, damai, dan bermakna.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Batubulan, Minggu (12/7), dan diikuti puluhan lansia yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Program ini difasilitasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui Penyuluh Agama Hindu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas spiritual masyarakat.
Penyuluh Agama Hindu, Dewa Nyoman Arsana hadir sebagai narasumber dengan mengangkat materi mengenai pentingnya pemahaman ajaran Catur Asrama dan Panca Sradha dalam kehidupan sehari-hari. Kedua konsep tersebut dinilai relevan sebagai pedoman bagi lansia dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan pada masa senja.
Dalam pemaparannya, Dewa Nyoman Arsana menjelaskan bahwa Catur Asrama merupakan ajaran yang mengatur empat tahapan kehidupan manusia, mulai dari masa menuntut ilmu, membangun rumah tangga, mengurangi keterikatan duniawi, hingga memusatkan diri pada kehidupan spiritual. Setiap tahap memiliki tujuan dan tanggung jawab yang berbeda sesuai perkembangan usia dan kesadaran manusia.
Baca Juga: Kalah di PN Denpasar, Pemkab Badung Banding Putusan Gugatan Tower
Sementara itu, Panca Sradha merupakan lima dasar keyakinan dalam agama Hindu yang meliputi kepercayaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Atman, Karma Phala, Punarbhawa, dan Moksa. Pemahaman terhadap lima keyakinan ini diyakini mampu membentuk keteguhan iman serta ketenangan batin dalam menjalani kehidupan.
Menurut Arsana, memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang berhenti berkembang. Justru pada fase ini, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk memperdalam spiritualitas, melakukan refleksi diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan demikian, masa tua dapat dijalani dengan penuh rasa syukur dan kebijaksanaan.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus menjadi sarana refleksi diri bagi para lansia agar dapat menjalani kehidupan di hari tua dengan tenang dan damai," ujar Dewa Nyoman Arsana di hadapan para peserta.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para lansia aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman hidup yang kemudian dikaitkan dengan materi yang disampaikan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya keinginan untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman keagamaan meskipun telah memasuki usia lanjut.
Melalui kegiatan Sekolah Lansia ini, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar berharap para lansia tidak hanya memiliki kesehatan fisik yang terjaga, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual yang kuat. Dengan bekal nilai-nilai Catur Asrama dan Panca Sradha, para lansia diharapkan mampu menjadi teladan bagi keluarga serta turut menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan penuh kedamaian. *
Editor : Putu Agus Adegrantika