BALIEXPRESS. ID - Upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini terus dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar. Melalui kegiatan bimbingan tatap muka yang dikemas dalam Pasraman Kilat, anak-anak diajak memperdalam pemahaman tentang ajaran Panca Sradha sebagai fondasi utama dalam kehidupan beragama umat Hindu.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (12/7) di Wantilan Banjar Adat Keliki Kawan, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Puluhan anak mengikuti pembelajaran yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 Wita dengan penuh semangat.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Made Marjana dan Ni Wayan Eka Sumartini, hadir sebagai tutor Pasraman Kilat. Keduanya memberikan materi mengenai Panca Sradha atau lima keyakinan dasar dalam Agama Hindu yang menjadi landasan spiritual umat Hindu dalam menjalani kehidupan.
I Made Marjana menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Panca Sradha sangat penting ditanamkan sejak dini. Melalui keyakinan terhadap Brahman, Atman, Karma Phala, Punarbhawa, dan Moksa, anak-anak diharapkan mampu memahami makna kehidupan sekaligus membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai dharma.
“Panca Sradha bukan hanya dipahami sebagai konsep keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman dalam berpikir, berkata, dan berperilaku sehari-hari. Dengan memahami ajaran ini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Baca Juga: Catur Asrama dan Panca Sradha Jadi Bekal Lansia Menjalani Masa
Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami peserta. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan seputar penerapan nilai-nilai Panca Sradha dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Penyuluh Agama Hindu dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Pembinaan sejak usia dini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman serta pengamalan ajaran agama di tengah perkembangan zaman.
Bendesa Adat Keliki Kawan, I Wayan Sugita, bersama jajaran prajuru adat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para penyuluh agama yang telah bersinergi dalam pelaksanaan Pasraman Kilat.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus membentuk karakter anak-anak di lingkungan desa adat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar hingga selesai. Melalui pembelajaran tentang Panca Sradha, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar berharap generasi muda Hindu memiliki keyakinan yang kuat, karakter yang baik, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. *