BALIEXPRESS. ID – Kontestasi Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 di Kabupaten Gianyar mulai menghadirkan tokoh-tokoh muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan desa. Salah satu nama yang kini menjadi perhatian masyarakat adalah I Kadek Dwi Mahendra Putra, S.E., M.M., atau yang akrab disapa KDM, yang menyatakan kesiapannya maju dalam Pemilihan Perbekel Desa Mas, Kecamatan Ubud.
Di tengah kebutuhan akan regenerasi kepemimpinan desa, sosok Kadek Mahendra dinilai membawa kombinasi antara pendidikan yang kuat, pengalaman organisasi yang panjang, jiwa kewirausahaan, serta pemahaman terhadap adat dan budaya Bali. Tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir namanya terus diperbincangkan oleh krama Desa Mas sebagai figur yang layak memimpin desa ke depan.
Lahir di Gianyar pada 6 Juli 1996, Kadek Mahendra berasal dari Banjar Batanancak, Desa Mas. Ia merupakan putra dari Ir. I Wayan Suwija, M.M., yang pernah menjabat sebagai Camat Ubud. Namun, ia menegaskan bahwa langkahnya dalam dunia organisasi dan pengabdian masyarakat dibangun melalui proses panjang serta pengalaman yang diraih secara mandiri.
Baca Juga: Peran Panca Suara dalam Upacara Yadnya, Simbol Satyam, Siwam dan Sundaram
Jejak kepemimpinannya sudah terlihat sejak masa sekolah ketika dipercaya menjadi Ketua OSIS SMK Negeri 1 Mas Ubud. Saat menempuh pendidikan tinggi di Universitas Warmadewa, ia kembali dipercaya memimpin Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma serta Ketua Forum Komunikasi Unit Universitas Warmadewa. Pendidikan Sarjana Manajemen Sumber Daya Manusia diselesaikannya pada 2018, kemudian dilanjutkan dengan Program Magister Manajemen yang berhasil diraih pada 2020 dengan IPK 3,86.
Aktivitas organisasinya semakin berkembang saat dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) Gianyar selama dua periode, yakni 2021–2024 dan 2024–2027. Selain itu, ia juga aktif sebagai Pengurus Pusat Nusantara Pratisentana Bandesa Manik Mas Bidang Kewirausahaan dan menjadi anggota Badan Pengawas LPD Desa Mas.
Di luar aktivitas organisasi, ia dikenal sebagai pelaku usaha muda yang mengembangkan Pondok Piranti Dekorasi sejak 2014 dan Pondok Piranti Wastra sejak 2019. Bahkan ia sempat menyabet juara 1 wirausaha muda Provinsi Bali tahun 2024. Usaha tersebut bergerak di bidang dekorasi adat, wastra, dan ekonomi kreatif yang selama ini mendukung berbagai kegiatan adat, budaya, serta keagamaan di Bali.
Keputusannya untuk maju dalam Pilkel Desa Mas tidak muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, dorongan kuat datang dari berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, serta krama desa yang menginginkan hadirnya energi baru dalam tata kelola pemerintahan desa. Bahkan, isu pencalonannya telah bergulir dan dibicarakan masyarakat sejak sekitar setahun terakhir.
“Selain keinginan pribadi untuk mengabdi, ada dorongan dari pakraman, warga, dan tokoh masyarakat yang meminta saya maju. Desa Mas membutuhkan energi baru, penataan yang lebih baik dengan konsep Tri Hita Karana, serta pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (12/7).
Jika terpilih, ia berkomitmen menghadirkan pemerintahan desa yang transparan, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Salah satu program prioritas yang disiapkan adalah percepatan pelayanan administrasi kependudukan. Melalui kerja sama dengan perangkat desa, kelian adat, dan bandesa adat, masyarakat akan mendapatkan kemudahan pengurusan akta kelahiran, akta perkawinan, dan akta kematian. Bahkan, ia menargetkan dokumen-dokumen penting tersebut dapat diterbitkan secara cepat dan langsung terintegrasi dengan pelayanan desa.
Tak hanya itu, Kadek Mahendra juga menyoroti pentingnya program yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat, termasuk menghidupkan kembali berbagai kegiatan pemberdayaan melalui PKK Desa yang selama ini dinilai belum optimal. "Pemerintahan desa harus hadir bukan hanya sebagai administrator, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan dan pemberdayaan krama, " tegasnya.
Dengan usia yang masih muda, pengalaman organisasi yang matang, serta dukungan masyarakat yang terus menguat, ia kini hadir sebagai representasi generasi baru Desa Mas. Pilkel 2026 menjadi momentum baginya untuk membuktikan bahwa anak muda tidak hanya mampu bermimpi tentang perubahan, tetapi juga siap memimpin dan mewujudkannya melalui kerja nyata. *
Editor : Putu Agus Adegrantika