BALIEXPRESS.ID– Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang salah satu glamping wilayah Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Korban bersama kedua orang tuanya baru saja check-in di Kabin Nomor 4.
Kapolsek Kintamani Kompol I Made Dwi Puja Rimbawa membenarkan kejadiannya tersebut.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Keluarga tersebut baru check-in sejam sebelumnya.
Baca Juga: Kalah dari BTS, DPRD Badung Dukung Langkah Banding Pemerintah
Hasil penyelidikan polisi menyebutkan korban berinisial SYS tenggelam saat ditinggal beberapa saat oleh kedua orang tuanya.
Ibu korban sedang berada di toilet, sementara itu ayahnya masuk ke kamar untuk mengganti popok adik korban yang berusia 2 tahun.
Setelah keluar dari kamar, ayah korban kembali ke kolam. Ia melihat putrinya sudah tenggelam.
Baca Juga: Lahan Sawahnya Habis, DPRD Badung Sebut Pekaseh Subak 'Makan Gaji Buta’
Korban langsung diangkat dari kolam. Ayahnya juga sempat memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP), sebelum dilarikan ke Puskesmas Kintamani V.
Setiba di puskesmas, tim medis langsung memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penanganan dilakukan selama sekitar satu jam. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Bocah itu dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Karya di Pura Dalem Sempidi, Pemkab Badung Gelontorkan Hibah Rp1,9 Miliar
Rimbawa menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Korban dipastikan meninggal akibat tenggelam. Hal itu ditandai keluarnya busa dari mulut dan hidung korban.
Rimbawa menambahkan, berdasarkan keterangan pengelola glamping, kolam renang tersebut memiliki kedalaman sekitar 130 sentimeter. Saat kejadian korban tidak menggunakan pelampung yang telah disediakan.
Jenazah korban langsung dibawa pulang pada Senin malam sekitar pukul 21.00 Wita. Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah.
“Peristiwa tersebut diterima sebagai musibah. Keluarga tidak ada kecurigaan terhadap siapapun,” kata Rimbawa. (*)
Editor : I Made Mertawan