Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Vasa Ubud Siap Jadi Ikon Baru Pariwisata, Padukan Kemewahan Modern dan Filosofi Bali

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:45 WIB
GROUNDBREAKING : Groundbreaking pembangunan Vasa Ubud, di Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan.
GROUNDBREAKING : Groundbreaking pembangunan Vasa Ubud, di Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan.

 

BALIEXPRESS.ID– Kawasan Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, akan segera memiliki destinasi pariwisata premium berkelas dunia. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa melalui proyek Vasa Ubud resmi memperkenalkan pengembangan kawasan hospitality mewah seluas 7 hektare yang mengusung perpaduan kemewahan kontemporer, filosofi kosmologi Bali, dan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa, Hermanto Tanoko, Jumat (17/7) menegaskan bahwa Vasa Ubud bukan sekadar proyek akomodasi mewah, melainkan sebuah warisan (legacy) yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman transformasional bagi wisatawan dunia. Menurutnya, Ubud memiliki daya tarik global yang tidak dimiliki banyak destinasi lain, sehingga pengembangan kawasan ini diarahkan untuk menghormati keindahan alam dan kearifan lokal yang telah menjadi identitas Bali.

“Di Ubud, kami tidak sekadar membangun akomodasi mewah. Kami sedang mengukir sebuah legacy, tempat di mana kemewahan modern tunduk pada keindahan alam dan nilai-nilai budaya lokal. Vasa Ubud kami rancang menjadi tolok ukur baru bagi transformative luxury dunia,” ujar Hermanto Tanoko.

Proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu 30 bulan tersebut akan menghadirkan 41 unit private luxury villa serta 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran luas mulai dari 48 meter persegi. Seluruh kawasan dikembangkan dengan konsep low-density atau kepadatan bangunan rendah guna menjaga privasi, kenyamanan, serta kualitas ruang bagi para tamu yang menginginkan pengalaman eksklusif di tengah alam Ubud.

Keunikan Vasa Ubud terletak pada konsep arsitekturnya yang mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod, yang menggambarkan perjalanan spiritual manusia dari gunung menuju laut. Bangunan utama yang diberi nama The Sanctuary ditempatkan di titik tertinggi kawasan sebagai simbol kesucian, sementara elemen air mengalir membelah lanskap menuju lembah, menciptakan suasana tenang yang menyatu dengan alam.

Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern. Vila-vila dibangun mengikuti kontur terasering alami dengan sentuhan green roof atau atap hijau yang ditanami vegetasi organik sehingga menyatu dengan lanskap persawahan khas Ubud. Pengunjung nantinya dapat menikmati berbagai fasilitas ultra-luxury seperti restoran fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung hingga fasilitas helipad pribadi.

Selain menawarkan kemewahan, proyek ini juga mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Revitalisasi saluran air alami, penggunaan panel surya, sistem daur ulang air cerdas antar kolam, serta pemanfaatan tanaman organik pada atap bangunan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Dari sisi ekonomi, kehadiran Vasa Ubud diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar bagi masyarakat sekitar serta mendorong pertumbuhan sektor usaha pendukung pariwisata. Kehadiran investasi bernilai besar ini juga diproyeksikan memperkuat posisi Payangan sebagai kawasan penyangga strategis Ubud yang selama ini menjadi salah satu magnet utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.

Sementara itu, Camat Payangan, I Wayan Widana, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Gianyar menyambut positif investasi tersebut. Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, membangun kawasan pariwisata premium membutuhkan upaya besar dan kolaborasi berbagai pihak, namun hasilnya diyakini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

“Ini merupakan investasi yang luar biasa bagi Payangan dan Gianyar. Harapan serta doa kami, pembangunan dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan bersama. Yang dijual kepada dunia adalah Ubud, dan Payangan merupakan salah satu penyangga penting yang turut memperkuat daya tarik destinasi tersebut,” ujarnya.

Dengan konsep yang memadukan kemewahan kelas dunia, filosofi budaya Bali, serta komitmen terhadap lingkungan. Vasa Ubud diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata premium Indonesia sekaligus memperkuat posisi Ubud sebagai destinasi unggulan dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan keberlanjutan. (ade)

Editor : Wiwin Meliana
ubud pariwisata