BALIEXPRESS.ID - Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan I Nyoman Cita alias Pak Man Colik membuat heboh.
Terlebih lagi terduga pelaku merupakan satu banjar di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan.
Pihak keluarga tidak menduga yang melakukan aksi tersebut berada tidak jauh dari lingkungannya.
Baca Juga: Kabur Tanpa Kendaraan Usai Habisi Pak Man Colik, Jejak ANPP Terbongkar dari BB di TKP
Adik korban, I Ketut Buda Ana mengaku tidak menyangka yang membunuh kakaknya tersebut berasal dari satu banjar dengannya.
Ia sendiri tidak begitu mengenal ANPP, mengingat yang bersangkutan jarang tinggal di rumahnya di Negari.
"Kami tidak tahu dia tinggal di mana, karena masih bujang juga," ujarnya saat dihubungi, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Tradisi Kawas di Silangjana: Simbol Harmoni Panca Dewata yang Terus Dijaga
Pasca diketahui yang membuat kakaknya meninggal dunia itu merupakan warga satu banjar, Buda Ana tidak bisa berkata apa-apa terkait kasus ini.
Ia hanya berharap terduga pelaku mendapat hukuman yang seberat-beratnya atas aksi yang dilakukan tersebut.
Baca Juga: Uniknya Baris Demang Demung di Pura Pemayun Simbol Pasukan Menggempur Belambangan, Jadi Tarian Wali
"Dengan keluarganya kami biasa-biasa saja sebelumnya, tidak pernah ada masalah," tandasnya.
Di sisi lain, informasi yang diperoleh menyebutkan, saat warga Negari heboh dengan hilangnya Pak Man Colik ini, terduga pelaku tidak ikut dalam prosesi pencarian. Ia dikabarkan langsung menuju Denpasar.
Ia diamankan di sebuah kos yang terletak di Jalan Mahendradatta Selatan, Denpasar, pada Jumat (17/7/2026) dini hari.
Pak Man Colik ditemukan tewas di Sungai Bubuh, perbatasan Dusun Lepang, Desa Takmung dengan Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Kamis (2/7/2026). (*)
Editor : I Made Mertawan