BALIEXPRESS. ID – Upaya membentuk generasi Hindu yang sehat, disiplin, dan memiliki keseimbangan spiritual terus dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar. Penyuluh Agama Hindu, Kemenag Gianyar menggelar pembinaan keagamaan bertema Yoga Suryanamaskara dan Yoga Asanas bagi anak-anak Pasraman Budi Pekerti Bali Prawerti Nawasena di Desa Adat Belega, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (19/7).
Kegiatan yang dipandu Penyuluh Agama Hindu Ni Wayan Wintari bersama Ida Ayu Kade Ratnawati ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluhan keagamaan Hindu yang tidak hanya berfokus pada pemahaman ajaran agama, tetapi juga penguatan kesehatan fisik dan mental peserta didik pasraman.
Ni Wayan Wintari menjelaskan bahwa yoga merupakan salah satu warisan luhur ajaran Hindu yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, anak-anak dapat meningkatkan kebugaran tubuh, melatih konsentrasi, serta membangun ketenangan pikiran dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Yoga tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membantu membentuk karakter yang disiplin, fokus, dan mampu mengendalikan diri. Ini sangat penting ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat lahir dan batin,” ujarnya.
Baca Juga: Perkuat Sinergi, Astra Terlibat dalam Penjurian Final Lomba 3 Pilar Polri di Desa Cemagi Bali
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai manfaat Yoga Suryanamaskara dan berbagai Yoga Asanas dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi teori, anak-anak diajak mempraktikkan rangkaian gerakan yoga secara langsung dengan pendampingan penyuluh.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap instruksi, mulai dari gerakan pemanasan hingga rangkaian Suryanamaskara yang dikenal mampu meningkatkan fleksibilitas tubuh, kekuatan otot, serta keseimbangan pikiran.
Selain aspek kesehatan jasmani, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran spiritual peserta. Melalui latihan yoga, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa sebagai implementasi nilai-nilai ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
Wintari berharap pembinaan semacam ini dapat menjadi kebiasaan positif bagi peserta pasraman. Dengan membiasakan yoga secara rutin, anak-anak diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik, memperoleh ketenangan batin, serta semakin mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Kami ingin menanamkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari dharma. Melalui yoga, anak-anak belajar mencintai diri sendiri, menjaga keseimbangan hidup, dan meningkatkan kualitas spiritual mereka sejak dini,” pungkasnya.*
Sumber : adegrantika