Penembakan di Club Malam Berpotensi Rusak Citra Pariwisata, Dispar Badung Dorong Evaluasi Sistem Keamanan

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 16:18 WIB
Kadispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung. (Dok. Bali Express)
Kadispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung. (Dok. Bali Express)

BALIEXPRESS.ID - Upaya Pemkab Badung menjaga citra pariwisata dan mendorong wisatawan berkualitas, justru tercoreng akibat satu insiden.

Penembakan yang terjadi di club malam The Shady Pig, Desa Tibubeneng, Kuta Utara pun sangat disesalkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung.

Terlebih aksi tersebut dapat merusak citra pariwisata Gumi Keris sebagai destinasi wisata internasional.

Baca Juga: Ni Made Wahyu Widari Armini Putra, Buka Tempat Nongkrong Harga Murah Rasa Bintang Lima

Kadispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung mengaku, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Menurutnya, penanganan hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang agar kasus dapat diusut secara tuntas.

"Kami sangat menyesalkan insiden ini. Kami juga mengapresiasi respons cepat kepolisian dalam menangani kejadian tersebut dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat yang berwenang," ujar Putri Mas Agung saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Baca Juga: Pipa Bawah Laut Rampung, PDAM Badung Tunggu Waktu Penyambungan

Pihaknya menyebutkan, akan berkoordinasi dengan Polres Badung serta pengelola tempat hiburan malam untuk melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan yang diterapkan di masing-masing usaha.

Evaluasi tersebut akan mencakup standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, pemeriksaan terhadap potensi masuknya senjata tajam maupun senjata api, hingga penguatan sistem pengawasan terhadap pengunjung.

"Langkah ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Karena ini akan berdampak pada pariwisata kedepannya," ungkapnya.

Baca Juga: Hobi Modifikasi Motor Kembali Menggeliat di Generasi Muda, Peserta WRC Modification Contest Lampaui Target

Putri Mas Agung menerangkan, keamanan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Badung.

Untuk itu, seluruh pelaku usaha pariwisata, khususnya pengelola hiburan malam, diminta lebih disiplin dalam menerapkan sistem pengamanan internal.

Disisi lain dirinya menambahkan, insiden kriminal di kawasan wisata tidak hanya berdampak pada lokasi kejadian, tetapi juga dapat mempengaruhi persepsi wisatawan terhadap destinasi secara keseluruhan.

Seluruh pelaku usaha pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan demi menjaga citra pariwisata Badung yang selama ini dikenal aman dan nyaman.

Dirinya berharap, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha pariwisata dapat semakin diperkuat sehingga keamanan destinasi wisata tetap terjamin dan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap Badung tidak terganggu.

"Saya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Bukan hanya di sana, tapi di seluruh destinasi wisata di Badung," imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
club malam tibubeneng pariwisata penembakan badung