Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar Ajarkan Pembuatan Upakara kepada Anak-Anak di Desa Gentong

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:34 WIB
UPAKARA : Praktek pembuatan sarana upakara kepada anak-anak di Desa Adat Gentong, Tegallalang. 
UPAKARA : Praktek pembuatan sarana upakara kepada anak-anak di Desa Adat Gentong, Tegallalang. 

BALIEXPRESS.ID – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melalui Penyuluh Agama Hindu kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian nilai-nilai agama dan budaya Hindu.  Kali ini dengan menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan bagi anak-anak Pasraman di Desa Adat Gentong, Desa Tegallalang, Kamis (23/7). 


Kegiatan yang dipusatkan di SDN 4 Tegallalang tersebut diikuti oleh sekitar 30 peserta. Dalam penyuluhan kali ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan materi teori keagamaan, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan sarana upakara berupa klakat dan tipat bagia, yang merupakan bagian penting dalam tradisi upacara Hindu di Bali.


Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ni Wayan Ekayanti, mengatakan bahwa pembelajaran praktik pembuatan upakara sejak usia dini sangat penting untuk menanamkan pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya serta nilai-nilai spiritual Hindu.

Baca Juga: Anak dalam Perspektif Hindu Jangan Pandang sebagai Beban, Guru Rupaka Hasilkan Anak Suputra


Menurutnya, pengenalan upakara tidak cukup hanya melalui teori, melainkan perlu dibarengi dengan pengalaman langsung agar anak-anak memahami makna dan fungsi setiap sarana yang digunakan dalam pelaksanaan yadnya.


“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengetahui bentuk upakara, tetapi juga belajar proses pembuatannya. Dengan demikian mereka dapat memahami nilai filosofi yang terkandung di dalamnya sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk melestarikan tradisi Hindu,” ujar Ni Wayan Ekayanti.


Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap tahapan pembuatan klakat dan tipat bagia yang dipandu langsung oleh penyuluh. Mereka diberikan kesempatan untuk mencoba membuat sendiri sarana upakara tersebut dengan pendampingan secara intensif.


Selain menjadi sarana edukasi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melatih keterampilan, kreativitas, serta mempererat kebersamaan di antara anak-anak Pasraman Desa Adat Gentong.


Salah satu panitia kegiatan, Anak Agung Sri Mas Darmawasti, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program pembinaan tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam memahami tradisi dan budaya Hindu sejak dini.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Walaupun pelaksanaannya mengambil lokasi di sekolah, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak di Desa Adat Gentong sehingga mereka semakin memahami dan mencintai tradisi agama Hindu,” ungkapnya.


Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang berkesinambungan, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar berharap dapat mencetak generasi muda Hindu yang tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi Bali di masa mendatang. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
kemenag hindu