MASTIC 2026 di Bali Soroti Teknologi Keselamatan Maritim, ITS Hibahkan “GPS Laut” untuk Lindungi Perairan Nusa Penida

Suharnanto Bali Express • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:00 WIB
ITS Hibahkan “GPS Laut” untuk Lindungi Perairan Nusa Penida
ITS Hibahkan “GPS Laut” untuk Lindungi Perairan Nusa Penida

 

BALIEXPRESS.ID– Keselamatan pelayaran dan perlindungan ekosistem laut menjadi fokus utama dalam 5th Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026 yang berlangsung di Hotel Kuta Paradiso, Badung, Bali, pada 23–24 Juli 2026. Forum internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, hingga pelaku industri maritim untuk membahas inovasi teknologi dalam menekan risiko kecelakaan laut sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

 

Konferensi yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui Departemen Teknik Sistem Perkapalan tersebut mengusung tema “Cutting Edge Technology and Sciences for Enhancing Maritime Safety, Security, Health and Environment.”

 

Pembukaan MASTIC 2026 dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati dan Ketua Panitia Dr. I Manik Sukanegara.

 

Jadi Forum Strategis Keselamatan Maritim Dunia

 

MASTIC merupakan konferensi internasional yang digagas Laboratorium Keandalan dan Keselamatan Kapal ITS bersama Pusat Unggulan Iptek Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (PUI KEKAL). Forum ini menjadi ruang bertemunya para pakar dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset, berbagi pengalaman, sekaligus merumuskan solusi atas tantangan keselamatan dan keamanan maritim.

 

Tahun ini, sekitar 100 makalah ilmiah dipresentasikan setelah melalui proses seleksi ketat dari sekitar 140 naskah yang diajukan. Topik yang dibahas mencakup keselamatan pelayaran, teknologi kapal, logistik maritim, energi laut, perlindungan lingkungan, robotika, kebijakan kelautan, hingga pariwisata bahari.

 

Selain seminar utama, MASTIC 2026 juga menghadirkan dua workshop khusus mengenai Abandonment and Site Restoration (ASR) serta Smart Navigation for Ship Traffic Safety, yang membahas strategi pemulihan instalasi migas laut dan sistem navigasi pintar guna meningkatkan keselamatan lalu lintas kapal.

 

ITS Hibahkan “GPS Laut” ke Klungkung

 

Salah satu agenda penting dalam konferensi ini adalah penyerahan perangkat lunak Automatic Identification System (AIS) atau yang disebut sebagai “GPS laut” kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung.

 

Hibah diserahkan Dekan Fakultas Teknologi Kelautan ITS Dr. Ir. Setyo Nugroho kepada Bupati Klungkung I Made Satria. Teknologi serupa juga diberikan kepada Universitas Pattimura, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Borneo Tarakan.

 

Guru Besar ITS Prof. Ketut Buda Artana menjelaskan, AIS tidak hanya berfungsi memantau pergerakan kapal, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan kawasan laut yang sensitif.

 

Menurutnya, teknologi tersebut mampu membantu perlindungan terumbu karang, mengawasi aktivitas kapal agar tidak membuang jangkar sembarangan, memantau instalasi laut, hingga mengukur emisi karbon kapal.

 

Perairan Nusa Penida menjadi salah satu kawasan yang dinilai membutuhkan teknologi tersebut karena merupakan habitat biota laut seperti mola-mola, pari manta, serta terumbu karang yang rentan terhadap aktivitas pelayaran.

 

Dukung Keselamatan dan Lingkungan

 

Bupati Klungkung I Made Satria menyambut positif hibah tersebut. Ia menilai teknologi AIS akan memperkuat upaya pemerintah daerah menjaga kawasan laut yang menjadi aset utama sektor pariwisata sekaligus sumber penghidupan masyarakat kepulauan.

 

Sementara itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati menegaskan bahwa keselamatan maritim tidak hanya berkaitan dengan perlindungan manusia, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi, industri pelayaran, hingga kelestarian lingkungan laut.

 

Menurutnya, berbagai insiden kapal dalam beberapa tahun terakhir menjadi pengingat pentingnya pengembangan teknologi keselamatan berbasis riset agar angka kecelakaan pelayaran di Indonesia dapat ditekan.

 

Ketua Panitia Dr. I Manik Sukanegara berharap MASTIC menjadi wadah kolaborasi global antara akademisi, pemerintah, industri, dan lembaga penelitian dalam menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan keselamatan maritim sekaligus menjaga ekosistem laut.

 

Selain konferensi dan workshop, MASTIC 2026 juga menggelar Student Poster Competition yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan menampilkan hasil riset mengenai teknologi kelautan, keselamatan kapal, perlindungan wilayah laut, hingga tantangan maritim masa depan.

Editor : Wiwin Meliana
kampus its