Gaya Baru Properti Bali: Keanu Residences Usung Konsep Gated Community Berbasis Tri Hita Karana

Rika Riyanti • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:17 WIB

 

GAYA BARU: Pendiri & Arsitek Utama Inspiral Studios, Charlie Hearn
GAYA BARU: Pendiri & Arsitek Utama Inspiral Studios, Charlie Hearn

 

BALIEXPRESS.ID – Tren pengembangan properti di Bali terus berkembang, tidak hanya mengedepankan lokasi strategis, tetapi juga konsep hunian yang berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas hidup.

Salah satu proyek yang mengusung pendekatan tersebut adalah Keanu Residences, kawasan hunian berpagar (gated community) yang dibangun di kawasan pesisir Keramas, Gianyar.

Proyek yang diperkenalkan dalam peluncuran terbatas di Bali Nexus, Ubud, itu menghadirkan 10 unit hunian tepi pantai.

Berbeda dengan banyak pengembangan properti di kawasan pesisir Bali yang menyasar pasar sewa jangka pendek, Keanu Residences dirancang sebagai kawasan hunian yang ditujukan bagi pemilik yang ingin menetap dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Bali Capai 3,7 Juta, Pungutan Wisatawan Asing Terkumpul Rp208 Miliar

Kawasan Keramas hingga wilayah Saba dinilai masih memiliki karakter pesisir yang relatif alami dan belum sepadat destinasi wisata utama di Bali Selatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan proyek yang mengedepankan keterhubungan antara hunian dengan lingkungan sekitar.

Perancangan Keanu Residences dipimpin oleh Charlie Hearn, pendiri sekaligus arsitek utama Inspiral Studios.

Dalam pengembangannya, fokus desain tidak diarahkan untuk memaksimalkan kepadatan bangunan, melainkan menciptakan hunian yang memiliki nilai keberlanjutan dan dapat dimanfaatkan lintas generasi.

"Ini adalah tentang meningkatkan kualitas hidup manusia, tentang keberlanjutan, dan proyek ini mengikuti banyak prinsip yang menyatukan orang-orang," kata Hearn saat peluncuran Keanu Residences di Bali Nexus.

"Saya pikir apa yang berhasil kami ciptakan bersama seluruh tim adalah sesuatu yang benar-benar dapat berkesan bagi orang-orang yang memiliki gairah hidup yang tinggi,” imbuhnya.

Dalam proses perancangannya, proyek ini juga mengadopsi konsep Tri Hita Karana sebagai landasan utama.

Filosofi masyarakat Bali tersebut menekankan keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan aspek spiritual, yang diterjemahkan ke dalam penataan ruang serta pemilihan material bangunan.

Baca Juga: I Nyoman Ariawan “Mongoh” Dianugerahi Penghargaan Kapolres Gianyar  

"Mungkin bentuknya bukan seperti apa yang biasanya Anda sebut sebagai gaya Bali, tetapi sebagian besar penerapannya ada pada materialitasnya," jelas Hearn.

"Kami menggunakan serangkaian material lokal secara utuh, dan ini adalah tentang hubungan kita dengan dunia luar yang alami di sekitar kita,” sambungnya.

Melalui pendekatan tersebut, kawasan hunian dirancang agar menyatu dengan lanskap pesisir yang telah lebih dulu dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, termasuk komunitas peselancar. 

Pengembang juga menekankan konsep hunian yang mengedepankan pengalaman tinggal dan keterikatan dengan lingkungan, dibandingkan sekadar menawarkan properti sebagai instrumen investasi atau akomodasi wisata jangka pendek.(***)

Editor : Rika Riyanti
keanu bali gianyar hunian