Siswa SDN 4 Pupuan Diajak Terapkan Ekoteologi Lewat Penanaman Bunga dan Sayuran

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 16:12 WIB
TANAMAN : Proses pemeliharaan tanaman oleh siswa di SDN 4 Pupuan, Tegallalang. 
TANAMAN : Proses pemeliharaan tanaman oleh siswa di SDN 4 Pupuan, Tegallalang. 

BALIEXPRESS.ID – SDN 4 Pupuan terus menanamkan kepedulian lingkungan kepada peserta didiknya melalui kegiatan ekoteologi. Puluhan siswa diajak menanam berbagai bibit bunga dan tanaman sayuran di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan sekaligus implementasi ajaran Hindu tentang keharmonisan dengan alam.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah tersebut mendapat antusias tinggi dari para siswa. Dengan didampingi guru, mereka belajar menanam dan merawat berbagai jenis tanaman yang nantinya akan mempercantik lingkungan sekolah sekaligus memberikan manfaat bagi warga sekolah.

Kepala SDN 4 Pupuan, I Made Suarnita, Rabu (29/7) mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan konsep Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan, yaitu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam lingkungan.

Baca Juga: Dukung Pengelolaan Sampah Bali, BRI Berikan Bantuan Dump Truck kepada Kodam IX/Udayana

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan sejak dini kesadaran kepada siswa bahwa alam harus dijaga dan dirawat. Menanam bunga dan sayuran bukan hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya mencintai dan melestarikan alam,” ujarnya.

Menurutnya, konsep ekoteologi yang kini digaungkan juga sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Siswa tidak hanya belajar secara teori di dalam kelas, tetapi langsung mempraktikkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata.

Selain menumbuhkan rasa tanggung jawab, kegiatan bercocok tanam juga melatih kerja sama, disiplin, dan ketekunan para siswa. Mereka diajak mengenal berbagai jenis tanaman, cara menanam yang baik, hingga pentingnya merawat tanaman secara berkelanjutan.

I Made Suarnita berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sehingga menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Harapan kami, anak-anak mampu menerapkan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari. Jika sejak kecil mereka terbiasa mencintai lingkungan, maka di masa depan mereka akan menjadi generasi yang bertanggung jawab dalam menjaga alam,” tegasnya.

Melalui program ekoteologi ini, SDN 4 Pupuan berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, asri, dan edukatif, sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa yang selaras dengan ajaran Hindu dan semangat pelestarian lingkungan.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
pupuan Ekoteologi