BALIEXPRESS.ID – RSUD Bangli terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan. Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An., mendorong seluruh unit menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi pasien.
Oka Darsana mengatakan, salah satu inovasi yang dikembangkan sejak 2025 adalah Satwa Care di Sal Jempiring, ruang rawat inap anak dan beberapa pasien dewasa.
Anak-anak dibuat senyaman mungkin menjalani prawatan dengan menyediakan area bermain dan mural yang mengisahkan cerita rakyat I Lutung Teken I Kakua.
Baca Juga: 13 SD Negeri di Bangli Dipimpin Plt, Pengangkatan Kasek Butuh Proses Panjang
Anak-anak rewel atau bosan menjalani perawatan selama beberapa hari diajak ke area tersebut.
Perawat kemudian masatua (bercerita) dengan improvisasi sesuai kondisi pasien agar anak lebih tenang, tidak bosan, serta lebih mudah diajak makan maupun minum obat. Cara ini dinilai efektif menjaga ketenangan anak selama menjalani perawatan.
Sal Jempiring kemudian mengembangkan inovasi WhatsApp (WA) Reminder. Gabungan kedua inovasi ini kemudian diberi label Satwa Care.
Pasien yang telah pulang akan diingatkan sehari sebelum jadwal kontrol melalui pesan WA, tentunya dengan persetujuan keluarga pasien terlebih dahulu.
Menurutnya, layanan ini membantu mengurangi pasien yang lupa datang kontrol.
"Harapan kami, WA Reminder bisa dikembangkan untuk seluruh pasien kontrol," kata Oka Darsana didampingi PIC inovasi RSUD Bangli Luh Gede Arie Astuti dan lainnya, Selasa (28/7/2026).
Sebelum menghadirkan Satwa Care, RSUD Bangli lebih dulu menerapkan inovasi di ruang VIP berupa layanan pemilihan menu makanan.
Pasien dapat memilih menu sehari sebelumnya atau beberapa jam sebelum waktu makan, sehingga makanan yang disajikan lebih sesuai selera, mengurangi sisa makanan, dan tetap memenuhi kebutuhan gizi.
"Menu disajikan dengan konsep berbeda, tetapi standar gizi tetap terjaga. Kami akan kembangkan ke ruang rawat inap lainnya," tegasnya.
RSUD Bangli juga terus menyempurnakan layanan administrasi melalui digitalisasi surat keterangan bebas narkoba dan sehat jiwa.
Pemohon surat ketarangan ini, kini cukup memindai barcode menggunakan ponsel, mengisi data secara mandiri, kemudian petugas tinggal mencetak dokumen sehingga proses menjadi lebih cepat dan praktis.
Inovasi lainnya adalah pemanfaatan eco enzyme menjadi sabun cuci ramah lingkungan.
Gagasan ini berawal dari sisa eco enzyme yang sebelumnya diproduksi terkait program Pemkab Bangli menuangkannya di Danau Batur.
Setelah program terlaksana, ternyata RSUD Bangli masih banyak stok, sehingga ada inisiatif mengolah menjadi sabun cuci yang digunakan di dapur rumah sakit.
Menurutnya, inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menghemat biaya pembelian sabun.
Bahan bakunya pun mudah diperoleh dari sisa buah dan sayur di rumah sakit yang masih layak digunakan. (*)
Editor : I Made Mertawan