BALIEXPRESS.ID – Dua bangunan lumbung milik warga di Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, hangus terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi.
Berkat respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 45 menit sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
Kadisdamkarmat, Arya Suardana mengatakan peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 07.15 Wita.
Baca Juga: Di Tengah Bentang Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian
Informasi diterima dari seorang warga bernama Pendi,36, warga Banjar Dinas Gunung Ina, Desa Lokapaksa.
Setelah menerima laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng segera mengerahkan sebanyak 12 personel menuju lokasi kejadian.
Petugas menempuh jarak sekitar empat kilometer dari pos menuju lokasi kebakaran.
Baca Juga: Suara Kulkul Bulus menjadi Penanda Bahaya, Krama Bawa alat Keamanan sebagai Pertahanan Diri
Tim tiba di tempat kejadian pada pukul 07.25 Wita dan langsung melakukan upaya pemadaman. Dengan menggunakan satu tangki air, petugas berhasil mengendalikan kobaran api hingga benar-benar padam dalam waktu sekitar 45 menit.
"Objek yang terbakar berupa dua bangunan lumbung dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua are. Hingga proses pemadaman selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut," kata dia.
Baca Juga: Kasasi Kandas, Budiman Tiang Terancam Jadi Buronan! Kejari Denpasar Siapkan Status DPO
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan milik Jro Nyoman Puspa Dana, 80, seorang wiraswasta yang berdomisili di Banjar Dinas Carik Agung, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menyebabkan kerugian material akibat rusaknya kedua bangunan lumbung tersebut.
Selama proses penanganan, petugas fokus mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain maupun lahan di sekitar lokasi.
Upaya tersebut berhasil dilakukan sehingga api dapat dilokalisasi sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih luas.
Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai asal mula munculnya api dan besaran kerugian yang dialami pemilik.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan penyimpanan hasil pertanian maupun gudang yang umumnya menyimpan bahan-bahan mudah terbakar.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Respons cepat masyarakat dalam menyampaikan informasi serta kesigapan petugas pemadam kebakaran menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran.
Berkat kerja sama tersebut, peristiwa kebakaran di Desa Lokapaksa dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan yang lebih besar. (*)
Editor : I Made Mertawan