Perbekel Batunya Minta Maaf soal Terduga Maling Ayam Tewas Dikeroyok, Siap Lakukan Mediasi

IGA Kusuma Yoni • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 06:56 WIB
Rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baturiti yang digelar Jumat (31/7/2026). (Kusuma Yoni/Bali Express)
Rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baturiti yang digelar Jumat (31/7/2026). (Kusuma Yoni/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID- Perbekel Batunya, I Made Riasa, memohon maaf kepada keluarga korban terduga maling ayam dan tokoh Desa Sidatapa terkait insiden maut yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Permohonan maaf secara terbuka ini disampaikan seusai rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baturiti yang digelar Jumat (31/7/2026).

Rapat tersebut membahas keamanan, ketertiban, masyarakat (Kamtibmas) yang dihadiri oleh kepala desa se-Kecamatan Baturiti.

Baca Juga: Tumpek Krulut, Diskes Bangli Buka Layanan Kesehatan Gratis di Lokasi Upacara Adat

"Saya selaku perbekel yang terdampak memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara saya yang di utara (Desa Sidatapa) atas kejadian ini. Kami dari teman-teman perbekel berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai, meski demikian, kami tetap akan mengikuti dan menghormati seluruh proses hukum yang berlaku,” jelasnya.

Selain permohonan maaf, Riasa menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk melakukan mediasi langsung dengan tokoh serta warga Desa Sidetapa, Buleleng, yang merupakan kampung halaman KD terduga pelaku pencurian ayam yang tewas dikeroyok warga.

Untuk saat ini, Riasa menyatakan pihaknya beserta jajaran Forkopimcam dan seluruh perbekel di Baturiti sepakat untuk menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Pulihkan Tunggakan Iuran Rp6,02 Miliar Sepanjang 2025

Menurutnya, para perbekel di Baturiti akan mengaktifkan kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

"Kami semua sepakat untuk masing-masing desa atau banjar memberikan edukasi dan penjelasan kepada warga agar senantiasa berjaga demi kenyamanan bersama. Kami juga mendorong pengaktifan kembali Siskamling untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan," lanjutnya.

Baca Juga: PN Gianyar Pulihkan Kerugian Wisatawan Korea Rp 51 Juta

Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Darsana memastikan jajaran kepolisian akan terus mengawal situasi keamanan di lapangan.

Darsana menyebutkan dalam hal ini, pihaknya menggandeng personel TNI dari Koramil Baturiti dan aparat keamanan desa setempat untuk meningkatkan intensitas patroli wilayah.

"Sebelum maupun sesudah kejadian, kegiatan patroli terus kami laksanakan. Namun pasca-kejadian ini, intensitas patroli kita tingkatkan. Terutama patroli gabungan dengan TNI dan keamanan setempat hingga larut malam untuk memastikan wilayah Baturiti tetap kondusif," tegasnya.

Selain itu, Darsana juga berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi beragam fenomena sosial yang terjadi, khususnya yang berkaitan dengan unggahan di media sosial, sehingga tidak memicu keresahan publik.

"Kami menghimbau kepada rekan-rekan dan masyarakat agar tidak terpancing pemberitaan di media sosial yang sering kali tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Jika ada informasi yang dirasa simpang siur, silahkan konfirmasi langsung kepada kami di Polsek Baturiti," harap Darsana. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
Perbekel Batunya pengeroyokan tabanan