BALIEXPRESS.ID - Satpol PP Badung kembali mengamankan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di Kecamatan Kuta Utara.
Dalam operasi yang digelar Senin (3/8) sebanyak 8 orang diamankan.
Mirisnya saat beroperasi tiga orang gepeng membawa balita sebagai modus meminta-minta.
Baca Juga: Pasca temuan limbah, Finns Lakukan Penataan Pantai Berawa
Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan, sidak ini dimulai sekitar pukul 02.30 Wita itu melibatkan 17 personel BKO Kuta Utara.
Penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga ketertiban umum sekaligus menindaklanjuti masih maraknya aktivitas mengemis di kawasan pariwisata seperti Jalan Raya Tibubeneng, Jalan Raya Kayu Aya, Jalan Raya Canggu, hingga Jalan Raya Berawa.
"Dalam kegiatan ini kami mengamankan 8 orang, terdiri dari tiga orang dewasa dan lima anak-anak," ujar Suryanegara.
Baca Juga: Hilirisasi Indonesia Diakui UNIDO, PSN Papua Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pihaknya menyebutkan, keberadaan anak-anak dalam aktivitas mengemis menjadi perhatian serius.
Selain berpotensi mengganggu ketertiban umum, kondisi tersebut juga dinilai tidak baik bagi tumbuh kembang anak karena mereka semestinya berada di lingkungan yang aman dan memperoleh hak pendidikan serta perlindungan.
"Kami sangat menyayangkan masih ditemukan praktik membawa anak-anak saat mengemis. Karena itu, kami terus melakukan penertiban bersama instansi terkait agar kondisi seperti ini tidak terus berulang," tegasnya.
Baca Juga: Permainan Tradsional Bakal Diangkat Dalam Pesta Rakyat GWK 2026
Setelah didata, Suryanegara mengaku, seluruh gepeng yang diamankan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Badung.
Mereka selanjutnya akan dipulangkan ke daerah asalnya di Kabupaten Karangasem melalui mekanisme pembinaan yang dilakukan Dinas Sosial.
Pihaknya memastikan patroli dan operasi serupa akan terus digencarkan, terutama di kawasan wisata yang kerap menjadi sasaran para pengemis.
"Selain menjaga wajah pariwisata Badung, langkah tersebut juga diharapkan mampu mencegah kembali munculnya praktik membawa anak-anak untuk membangkitkan rasa iba masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, birokrat asal Denpasar ini mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis di jalan.
Kebiasaan tersebut justru dapat memicu praktik mengemis terus berulang.
"Harapannya tidak ada masyarakat yang iba, karena ini akan menjadi motivasi dari mereka untuk mengulangi perbuatannya," imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga